Indo Barometer: Prabowo Unggul Jika PDIP Capreskan Megawati

Jakarta, Sayangi.Com- Survei Indo Barometer yang dilakukan pada 4 – 15 Desember 2013, menunjukkan bahwa elektabilitas Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon Presiden tak tertandingi oleh semua calon. Jokowi unggul di seluruh kategori: jenis kelamin, desa–kota, etnis, wilayah Jawa–non Jawa, usia, pendidikan, pekerjaan, dan agama.

Namun, kata Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari, dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (22/12), jika PDIP mencapreskan Megawati, yang unggul adalah Ketua Dewan pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto. Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (ARB) berada di urutan kedua, dan Megawati sendiri berada di urutan ketiga.

Survei nasional bertajuk ‘Proyeksi Politik 2014 : Pilihan dan Kemungkinan Capres dan Cawapres Pemilu 2014’ tersebut dilaksanakan di 33 provinsi dengan 1.200 responden, dengan margin eror sebesar kurang lebih 3 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Dalam survei tersebut, Indo Barometer membuat berbagai simulasi capres dan cawapres. Jika 12 partai politik mengajukan nama capres masing-masing, dan PDIP diwakili Megawati, maka Megawati mendapatkan sekitar 17,3 persen berada di bawah Prabowo Subianto yang berada di urutan pertama dengan 19,8 persen.

Namun bila Jokowi maju sebagai capres, posisi Prabowo melorot ke nomor 3 dengan 13 persen, di bawah Aburizal Bakrie sebesar 14,6 persen. Sementara Jokowi jauh meninggalkan kontestan lainnya dengan 37 persen.

Pada simulasi 4 nama calon presiden, yakni Megawati (PDIP), ARB (Golkar), Prabowo (Gerindra) dan Pramono Edhie Wibowo (Demokrat), dukungan pemilih tertinggi diraih Prabowo Subianto (25,5%). Lalu disusul ARB (19,8%), Megawati (19%), dan Pramono Edhie Wibowo (0,1%). Namun, jika capres PDIP adalah Joko Widodo, maka capres yang paling banyak didukung adalah Joko Widodo (43,2%), disusul ARB (16,3%) dan Prabowo Subianto (15,6%). Sedangkan dukungan Pramono Edhie Wibowo adalah 0,2%.

Simulasi 4 nama calon presiden, capres PDIP adalah Megawati dan capres Demokrat Dahlan Iskan, maka dukungan pemilih paling tinggi diraih Prabowo Subianto (25,3%). Lalu disusul ARB (19,8%), Megawati (18,8%), dan Dahlan Iskan (2,8%). Namun, jika capres PDIP adalah Joko Widodo, maka capres yang paling banyak didukung adalah Joko Widodo (42,3%), disusul ARB (16,5%), Prabowo Subianto (16,4%), dan Dahlan Iskan (1,3%).

Simulasi 3 nama calon presiden, capres PDIP Megawati Soekarnoputri, maka dukungan pemilih paling tinggi juga diraih Prabowo Subianto (26,3%), disusul ARB (19,8%) dan Megawati (19,4%). Namun, jika capres PDIP adalah Joko Widodo, maka capres yang paling banyak didukung adalah Joko Widodo (43,5%), disusul ARB (16,7%) dan Prabowo Subianto (16,3%).

Simulasi 3 nama calon presiden (Megawati, ARB, Pramono Edie Wibowo), dukungan pemilih paling tinggi diraih ARB (24,3%), disusul Megawati (23,8%), dan Pramono Edhie Wibowo (2,3%). Namun, jika capres PDIP adalah Joko Widodo, maka capres yang paling banyak didukung adalah Joko Widodo (50,6%), disusul ARB (19%) dan Pramono Edhie Wibowo (1,1%).

Qodari mengemukakan, survei tersebut juga menunjukkan ada irisan pemilih antara Prabowo dan Jokowi yang merugikan Prabowo. “Bila Jokowi maju, maka korbannya Prabowo,” katanya.

Berita Terkait

BAGIKAN