Ini Pesan Pramono Edhie di Pelantikan HMI Jambi

Foto: sayangi.com/Opak

Jambi, Sayangi.com – Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal (Purn) Pramono Edhie Wibowo mengingatkan aktivis mahasiswa untuk membangun kecerdasan dan integritas melalui kebaikan dan kesantunan dalam berorganisasi.

“Kalau menjadi pemimpin agar menjadi pemimpin yang baik, dan kalau menjadi anggota jadilah anggota yang baik. Sebagai aktivis harus bisa menghargai perbedaan dan jangan selalu merasa benar sendiri,” kata Pramono Edhie Wibowo di hadapan para aktivisi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jambi, di Jambi, Minggu (22/12).

Pramono Edhie Wibowo bersama Gubernur Jambi Hasan Basri Agus menghadiri pelantikan pengurus HMI Cabang Jambi sekakigus pembukaan rapat kerja cabang (Rakercab).

Menurut Edhie Wibowo, HMI dan organisasi kemahasiswaan lainnya adalah organisasi luar biasa, karena melalui organisasi ini menjadi proses pembelajaran untuk menjadi calon pemimpin nasional.

“Dengan aktif di organisasi kemahasiswaan, mahasiswa mempelajari ilmu pengetahuan di ruang kuliah, sekaligus belajar berorganisasi, sehingga akan tumbuh jiwa kepemimpinan dan demokratis,” katanya.

Sebagai aktivis mahasiswa, kata dia, tentu memiliki semangat dan idealisme yang tinggi tapi hendaknya dapat disalurkan secara baik.

Kalau melihat hal-hal yang masih belum baik, menurut Edhie, berkontribusilah untuk menjadi lebih baik tapi dengan cara-cvara yang baik.

Peserta konvensi calon presiden dari Partai Demokrat ini mencontohkan, kalau aktivis mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa, sah-sah saja di negara demokrasi, tapi hendaknya dilakukan secara baik.

“Kalau demokrasi yang merusak atau memblokade jalan, itu artinya ingin membuat hal yang baik tapi dengan cara tidak baik,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, alumni Akabri Darat tahun 1980 ini juga mengingatkan kalau sudah menjadi pejabat agar tidak sombong, karena fitrah manusia itu ada kelebihan dan kekurangan.

“Setiap orang tentu akan membutuhkan pertolongan orang lain,” katanya.

Mantan ajudan Presiden Megawati Soekarnoputri ini juga mengingatkan, jika menjadi pemimpin jangan terlalu lama, tapi sesuai dengan periodesasi yang diatur dalam aturan perundangan.

Karena menjadi pemimpin, kata dia, akan mendapat fasilitas yang baik, sehingga sering membuat orang lupa dan melakukan hal-hal yang kurang diharapkan. (Ant)