Purworejo Masih Terendam Banjir, 5 Orang Tewas

Foto: Antara

Purworejo, Sayangi.Com– Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) menyatakan bahwa ketinggian air akibat banjir di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, pada Minggu (22/12) malam cenderung bertambah.

“Ketinggian air bervariasi dan siang tadi sebenarnya sempat turun. Namun mulai sore bertambah lagi, bahkan cenderung bertambah, mencapai tiga meter,” kata anggota Basarnas Pos SAR Cilacap, Saeful Anwar melalui siaran pers Basarnas yang diterima Antara.

Menurut dia, kondisi tersebut disebabkan hujan kembali mengguyur Kabupaten Purworejo.

Sementara itu, Kepala Kantor SAR Semarang Agus Haryono mengatakan bahwa pihaknya masih menempatkan personel di Purworejo guna mengantisipasi kondisi yang semakin tidak kondusif. “Bahkan, kalau keadaan semakin memburuk, kami akan menambah personel lagi,” katanya.

Lebih lanjut, Agus mengatakan bahwa Basarnas bersama tim SAR lainnya hingga pukul 20.00 WIB masih mengevakuasi sekitar 20 warga di Desa Bendungan, Kecamatan Grabag, Purworejo.

“Mereka sebelumnya tetap bertahan di desanya. Namun, karena kondisi ketinggian air yang semakin bertambah membuat warga minta dievakuasi tim SAR,” katanya.

Sebelumnya, kata dia, tim SAR gabungan telah berupaya membujuk mereka untuk mau diungsikan, namun ajakan itu ditolak.

Sedikitnya enam desa di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, hingga Minggu dilaporkan masih terendam banjir. Enam desa tersebut yaitu Kedungmulyo, Mangunjayan, dan Sidomulyo di Kecamatan Butuh. Kemudian Desa Rowodadi, Bendungan dan Trimulyo di Kecamatan Grabag.

Korban Tewas 5 Orang

Kapolres Purworejo AKPB Roma Hutajulu, melaporkan bahwa sampai hari Minggu ini, korban meninggal akibat bencana banjir dan longsor di Kabupaten Purworejo bertambah menjadi lima orang.

Kapolres merinci nama-nama korban tersebut yakni Riyamah (48) dan anaknya Siti Aminah (8) warga Dusun Kaliurang, Desa Plipiran, Kecamatan Bruno akibat tertimpa longsor.

Kemudian tiga korban lainnya akibat terseret banjir, yaitu Wongso (80) warga Desa Tunggorono, Kecamatan Kutoarjo, Mustakim (32) warga Pakisrejo, Kecamatan Banyuurip, dan Junaedi (75) warga Tegalgondo, Kecamatan Butuh.

“Status Siaga I masih diberlakukan kendati banjir sudah mulai surut, sekitar 400 personil masih diterjunkan untuk membantu para korban. Dapur umum yang didirikan di Mako Brimob Kutoarjo juga masih terus menyediakan makanan untuk para korban,” katanya usai menggelar apel siaga bencana di Mapolres Purworejo.

Ia mengatakan, jumlah korban banjir di wilayah Kecamatan Butuh, Kutoarjo dan Grabag yang berhasil dievakuasi sebagian sudah mulai kembali ke rumah masing-masing. Jumlah pengungsi sempat mencapai angka 6.323 jiwa.

Mereka di antaranya ditampung di Markas Brimob Kutoarjo sebanyak 600 orang, Sumber Adventure Center (SAC) Batoh Kutoarjo 1.000 orang, dan 800 orang juga menempati tiga penampungan di Kecamatan Grabag.

“Pengungsi di Markas Brimob hanya tinggal beberapa orang, sebagian besar sudah pulang ke rumah masing-masing karena ingin menjaga harta benda mereka. Di SAC, jumlahnya juga tinggal sekitar 300 orang,” katanya.

Berita Terkait

BAGIKAN