Mossad Akan Rekrut Agen Lewat Bursa Tenaga Kerja

Jerusalem, Sayangi.com – Badan Intelijen Israel, Mossad, akan menempuh cara tak lazim untuk merekrut agen intelijen dengan mengikuti acara bursa tenaga kerja di salah satu universitas, tulis harian Jerusalem Post, Minggu (22/12).

Jerusalem Post menulis bahwa Mossad merupakan salah satu dinas pemerintah yang akan mengirimkan stafnya untuk mewawancarai kandidat prospektif dalam bursa tenaga kerja di Universitas Ben-Gurion (BGU) Negev, Senin, seperti dikutip Xinhua.

Meskipun mitranya Dinas Intelijen AS (CIA) telah menyeleksi kandidat dengan pameran di kampus-kampus AS selama bertahun-tahun, Mossad yang dikenal dengan kerahasiaannya itu baru mulai merekrut para lulusan kuliah dalam beberapa tahun terakhir.

Adaptasi metode rekrutmen ala CIA itu bisa jadi menunjukkan tingginya kompetisi di sektor swasta, yang menawarkan gaji lebih tinggi namun tidak ada risiko.

Meskipun Mossad belum akrab dengan pameran pekerjaan, penyedia jasa keamanan seperti Shin Bet telah merekrut personel baru dengan menempatkan iklan secara periodik di koran dan menerima lamaran kerja dari laman resminya sejak 2005 lalu.

Berdasarkan laporan tersebut, sebanyak 30 perusahaan pertahanan dan teknologi Israel akan mengirimkan perwakilannya ke bursa kerja untuk menarik minat para lulusan terbaik di kampus, Senin ini.

Perusahaan-perusahaan tersebut misalnya Intel, EMC, Check Point, Elbit System dan Industri Penerbangan Israel.

Salah satu dekan di BGI, Moshe Kaspi, mengatakan bahwa pasar tenaga kerja di Israel menunjukkan tren yang tidak stabil dalam beberapa bulan terakhir akibat pemutusan hubungan kerja yang dilakukan sejumlah perusahaan.

“Namun kami tetap melihat banyaknya perusahaan yang ingin mempekerjakan mahasiswa terbaik di bidang teknologi, kesehatan, dan pemasaran,” kata Kaspi seperti dikutip harian tersebut. (Ant)