KPK Bidik Ratu Atut dengan Pasal Pencucian Uang

Foto: Sayangi.com/Opak

Jakarta, Sayangi.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus yang melibatkan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah. KPK coba mendalami kasus korupsi yang melibatkan Ratu Atut ke dalam tindak pidana pencucian uang. Hal tersebut diutarakan oleh Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Pradja.

“Semuanya kita akan TPPU-kan, prinsipnya begitu,” katanya, Senin (23/12).

Adnan juga menjelaskan bahwa pihaknya telah menerima laporan hasil analisis (LHA) Ratu Atut Chosiyah dari Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK).

Untuk diketahui, KPK telah menahan Ratu Atut pada Jumat (20/12). Atut kemudian ditahan di rumah tahanan Pondok Bambu Jakarta Timur sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemberian hadiah kepada mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar dalam penanganan perkara pemilihan kepala daerah (pilkada) Lebak.

KPK menduga bahwa Atut bersama adiknya Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan memberikan suap sebesar Rp1 miliar kepada mantan ketua MK Akil Mochtar melalui seorang advokat Susi Tur Andayani yang juga sudah berstatus tersangka untuk mengurus sengketa pilkada Lebak.

Atut dikenakan pasal 6 ayat 1 huruf a Undang-undang No 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU No 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

Pasal tersebut mengenai orang yang memberi atau menjanjikan sesuatu kepada hakim dengan maksud untuk mempengaruhi putusan perkara yang diserahkan kepadanya untuk diadili dengan ancaman pidana penjara 3-15 tahun dan denda Rp150 juta hingga Rp750 juta.

Selain itu, KPK juga tengah menelusuri aset Ratu Atut.
Harta kekayaan Ratu Atut berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) 6 Oktober 2006 mencapai Rp 41,93 miliar yaitu berupa harta tidak bergerak berbentuk tanah dan bangunan senilai Rp 19,16 miliar yang berada di Jakarta Barat, Serang, Bandung, Cirebon, Cianjur dan Pandeglang.

Selanjutnya alat transportasi senilai Rp 3,93 miliar yaitu mobil merk CJ, Daihatsu Taft, Isuzu Panther, Toyota Alphard, Mitsubishi Kuda, Opel Blazer, Suzuki Escudo, Mercedes Benz, Mitshubishi Colt, Daihatzu Feroza, Toyota Kijang, Hyundai Arya, Mitshubisi Lancer, Honda Integra, Hyundai Accent, Kia Pregio, Kia Visto dan mobil Lexus serta motor Vespa, Yamaha dan Honda.

Ditambah dengan harta bergerak lain senilai Rp 8,22 miliar yang terdiri atas logam mulia dan batu mulia, Surat Berharga senilai Rp 7,85 miliar dan Giro setara kas lain sejumlah Rp 2,77 miliar.(GWH)