BNN: Pengguna Narkoba Sebaiknya Direhabilitasi

Foto: Sayangi.com/Chapunk

Jakarta, Sayangi.com – Undang-undang Narkotika No 35/2009 menganut “double track system”, yang memberikan pilihan kepada penegak hukum khususnya hakim dalam memutus seorang pengguna atau pecandu untuk dihukum pidana atau dilakukan tindakan rehabilitasi.

Secara empiris hukuman penjara bagi pengguna dan pecandu tidak menyelesaikan masalah karena hanya memindahkan pengguna dari luar ke dalam tembok lembaga permasyarakatan, bahkan menjerumuskan mereka ke dalam
peredaran narkotika.

Demikian dikatakan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Anang Iskandar dalam diskusi “Refleksi akhir Tahun Badan Narkotika Nasional” di Kantor BNN, Jl. MT Haryono, Jakarta, Senin (23/12).

“Tindakan rehabilitasi merupakan solusi yang lebih tepat sehingga pengguna atau pecandu dapat kembali pulih dan angka penyalahgunaan narkotika dapat ditekan, dan para pengedarnya akan kehilangan pasar,” ujarnya.

Selain itu, Anang juga mengatakan selama 2013, pihaknya telah mengamankan 244 tersangka dari 166 laporan khusus narkotika. Dari 244 tersangka BNN berhasil mengamankan 132.813,18 gram sabu, 215,9 gram heroin, 179,8 gram serbuk ekstasi, 26.937 butir pil ekstasi, 13.522,8 gram ganja, 35,75 gram prekusor, 146,38 gram ephidrine, 85 butir tablet methaphetamine, 588 butir tablet “happy five” dan 323.726 mililiter prekusor cairan.

Sejumlah barang bukti tersebut, lanjut dia, telah dilakukan pemusnahan sebanyak 31 kali.

Anang juga mengatakan sepanjang 2013, pihaknya telah bekerja sama dengan Polri dan TNI untuk melaksanakan operasi gabungan di tempat-tempat hiburan malam.

“Ini karena keresahan masyarakat atas maraknya peredaran narkotika yang kerap kali dilakukan di tempat hiburan malam dan menjadi tempat tujuan berkumpulnya pengguna dan pengedar narkotika,” katanya.(GWH)