Bisnis Hijab dan Kerudung Makin Berkembang di tahun 2014

Aloy Rebong

Jakarta, Sayangi.com – Bisnis Hijab dan Kerudung diprediksi akan terus berkembang memasuki tahun 2014. Tren pemakaian hijab berhasil mendongkrak bisnis para pemainnya. Omzet mereka pun turut bermekaran, bahkan penjualan mendominasi pemasukan dari bisnis pakaian muslim. Potensi bisnis ini masih besar, karena makin banyak perempuan berhijab dan berkerudung.

Lucy Ratna selaku Public Relation and Promotion Manager Thamrin City mengatakan tren pemakaian kerudung dan hijab juga terus berkembang. Menjadi bagian dari fashion, kreasi model kain penutup kepala pun kian beragam. Tak heran, banyaknya perempuan yang ingin cantik dengan berhijab pun membuat bisnis hijab makin menawan.

”Memasuki tahun 2014 kami sangat optimis bisnis hijab dan kerudung berpotensi besar untuk berkembang dengan peminat yang semakin besar,” kata Lucy. Untuk itu, Pusat perbelanjaan Thamrin City Jakarta telah membuka Pusat Hijab dan Kerudung di lantai I Blok H yang menyediakan busana muslim seiring dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap model busana tersebut.

Lucy Ratna mengatakan dari waktu ke waktu busana muslim Hijab dan Kerudung semakin diminati oleh para pembelanja tidak hanya dari Jakarta, tetapi juga dari luar pulau bahkan dari luar negeri.

Menurut Rizal Ismail, pemilik gerai Hijab dan Kerudung Anne Scraf di Thamrin City, permintaan hijab dan kerudung terus bertambah dari luar daerah seperti Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. ”Hijab dan kerudung sedang dicari orang dan sedang tren, sudah menjadi kebutuhan sehari-hari dalam berpakaian bagi perempuan,” kata Ismail.

Pihaknya menjual secara ritel dan grosiran, dengan harga mulai dari Rp 50.000 sampai Rp 60.000 per potong untuk ritel. Sementara untuk grosir rata-rata Rp 500.000 sampai Rp 600.000 per kodi.

Rizal Ismail mengaku, dalam tiga bulan omsetnya sudah mencapai Rp 200 juta lebih, dengan penjualan yang cenderung meningkat. ”Memasuki tahun 2014 saya yakin permintaan dan penjualan akan terus meningkat karena hijab dan kerudung semakin digemari,” kata Ismail.

Lucy Ratna mengatakan, untuk memenuhi permintaan pasar yang tinggi, pusat busana muslim yang dikenal dengan Pasar Tasik itu mulai beroperasi sejak pukul 04.00 WIB, terutama pada hari Senin, Kamis dan Sabtu. Lokasi Thamrin City itu tidak jauh dari Bundaran Hotel Indonesia (HI) atau hanya 150 meter dari Bundaran HI ke arah Kebon Kacang Raya, Jakarta Pusat.

Khalayak umum pun sudah mengetahui bahwa Pasar Tasik ini dulunya terkenal sebagai Sogo Jongkok, yang berada di pinggir jalan Tanah Abang, sekarang Pasar Tasik sudah bergeser di tempat yang lebih nyaman dan aman yaitu di Pusat Busana Muslim Thamrin City.

Hingga saat ini, sudah ada sekitar 80-an pengrajin hijab dan kerudung yang sudah menempati lokasi Pusat Hijab di Blok H. Sebagian besar pengusaha atau pengrajin kerudung/hijab membuka bisnisnya di Thamrin City karena para pelanggan sudah mulai beralih belanja di Pusat Busana Muslim Thamrin City.

“Mereka ingin beralilh membuka pasar Hijab dan Kerudung di Thamrin City karena tidak ingin kehilangan para pelanggannya,” ujar Lucy Ratna.

Selain itu, masih menurut Lucy, para pengrajin hijab dan kerudung ini yang semula berusaha di sekitar Pasar Jati Baru, ingin beralih berusaha di Thamrin City karena di Thamrin City dinilai lebih aman dan nyaman sehingga membuat pelanggan nyaman dan aman tanpa harus berpanas-panasan seperti di tempat sebelumnya.

Secara otomatis apabila memiliki kios “strata tittle” tentunya juga akan mendapatkan kemudahan dalam hal penambahan modal usaha serta kemudahan transaksi dari perbankan.

Menurut dia, pihaknya menyediakan satu lantai untuk pusat busana muslim mengingat permintaan dari perajin Hijab Cicalengka, Bandung, Tasikmalaya dan Tegal Gubug Cirebon ini begitu tinggi. Manajemen Tharmin City membuatkan satu wadah untuk lokasi bagi para pengrajin ini dengan nama Pusat Hijab dan Kerudung Thamrin City yang berlokasi di lantai I Blok H.

Fasilitas penunjang yang ada di Thamrin City seperti hotel Amaris, travel transline Bandung-Jakarta dan bus Damri jurusan Bandara Soekarno-Hatta – Thamrin City yang memudahkan pelanggan daerah bisa berbelanja pada waktu subuh atau pagi tanpa kesulitan mendapatkan penginapan dan sarana transportasi. (AR)

Berita Terkait

BAGIKAN