Ali Wongso : Blokade Bandara Bupati Ngada Arogan

Istimewa

Jakarta, Sayangi.com – Menyusul aksi blokade Bandara Turelelo, NTT, oleh Bupati Ngada Marianus Sae, Anggota Komisi V DPR RI Ali Wongso H Sinaga (F-PG), menilai, aksi tersebut sebagai bentuk arogansi sang bupati.

Ali yang dihubungi, Senin, (23/12), menyatakan, prihatin sekaligus kecewa atas kejadian tersebut. “Mustinya kepala daerah tidak boleh begitu. Memang, bisa dimengerti dia punya kebutuhan untuk berangkat pada waktunya karena ada rapat paripurna di DPRD,” katanya.

Kejadian tersebut memperlihatkan ketidaksiapan para staf pendamping sang bupati itu. Bila sudah ada jadwal rapat, mestinya tiket sudah dipesan jauh-jauh hari. “Kalau mendadak risikonya begitu. Enggak bisa dipastikan, karena sudah terjual seat-nya,” tutur Ali. Bupati Ngada, NTT, lanjut Ali, tidak boleh semena-mena dengan tindakannya.

Seperti diketahui, Marianus Sae sang bupati yang kesal tidak mendapatkan tiket pesawat Merpati ke NTT, lalu menelepon para Satpol PP di daerahnya dari Kupang, untuk memblokade Bandara Turelelo dengan menaruh mobil di runway pesawat. Akibatnya, banyak pesawat tak bisa mendarat dan kembali ke Kupang.

Namun, ketika ditanya apakah tindakan bupati tersebut bisa dipidanakan? Ali menjawab, tidak perlu sejauh itu. Ia hanya menyesalkan. “Tapi, kalau ada gugatan class actiondari masyarakat, ya tidak bisa dihambat. Itu hak masyarakat bila ingin menggugat bupati,” kilahnya. (MD/dpr.go.id)