Jokowi: Quality Kontrol di Negara Ini Masih Lemah

Foto: Sayangi.com/Opak

Jakarta, Sayangi.com – Perbedaan karakter dalam kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, dijelaskan oleh Joko Widodo untuk melayani masyarakat lebih baik.

Jokowi menjelaskan perbedaan tersebut adalah kalo wakilnya Basuki Purnama Tjahaja jika melihat pegawai yang tidak benar melayani masyarakat dimarahin dulu lalu dicopot sedangkan kalau Jokowi tidak dimarahi tapi langsung dicopot.

“Pak Ahok itu 3 jam dimarahin dulu baru dicopot, kalo saya ga perlu. Paling besok langsung hilang,” ujar Jokowi dalam diskusi “Membangun Pelayanan Publik yang Profesional & Antikorupsi” di Kementerian Hukum dan Ham, Jakarta, Senin (23/12).

Jokowi melanjutkan bahwa dalam meningkatkan pelayanan publik diperlukan kinerja yang nyata. Juga diperlukan quality control yang berkesinambungan.

“Jadi itu kenapa saya blusukan, quality control di negara ini masih lemah. Jadi saya terus cek, cek, dan cek lagi,” sambung Jokowi.

Dalam acara ini, Jokowi pun sedikit curhat mengenai dirinya yang tidak suka dengan agenda rapat. Bahwa caranya untuk mengetahui permasalahan rakyatnya, Jokowi lebih senang blusukan dibanding merapatkannya.

“Ya paling kalau di kantor saya paling lama itu dua jam. Itu juga kalau ada rapat walau sesungguhnya saya tidak terlalu suka rapat,” pungkas Jokowi.(GWH)