5 Politisi Cantik Dunia yang Terjerat Kasus Korupsi

Olah foto: Sayangi.com/Ami

Tak hanya para pria, kaum hawa pun memiliki kesempatan untuk terjun di dunia politik. Terbukti banyak kaum perempuan yang menjadi caleg hingga pejabat negara. Begitu pula dengan kasus korupsi, tak pernah mengenal jenis kelamin siapa yang menjadi otak hingga pelakunya. Dikutip dari berbagai sumber, berikut beberapa politisi perempuan di dunia yang terjerat kasus korupsi.

Anna Maria Gajolan

Adalah Maria Galojan, politisi cantik pemimpin gerakan Eropa Estonia yang terbukti bersalah dalam kasus penggelapan uang LSM tersebut sejumlah 60 ribu Euro atau sekitar Rp 690 juta. Anna mengaku menggunakan uang tersebut untuk membeli sejumlah pakaian, perhiasan mewah, liburan, hingga perawatan tubuh di salon kecantikan. Atas kasus tersebut, Anna divonis hukuman 1 tahun 10 bulan penjara, dipotong masa tahanan 5 bulan dari Pengadilan Distrik Tallin, serta denda sebesar 47.956 Euro atau Rp 551,4 juta . Ia sempat mengajukan banding, namun Mahkamah Agung setempat menolaknya. Ia juga dituntut membayar  Rp 203 juta setelah aksi kaburnya ke luar negeri saat akan di eksekusi.

Yulia Tymoshenko

Perdana Menteri Ukraina perempuan pertama dari tahun 2005 hingga 2010 ini terkenal dengan tata rias rambutnya yang anggun dengan bando dari kepangan rambutnya.  Akdemisi dan ekonom cantik ini juga dikenal sebagai pemimpin dari partai Gabungan Ukraina. Setelah tahtanya lengser di tahun 2010, kasus demi kasus korupsinya pun terbongkar di pengadilan. Ia di vonis 7 tahun penjara karena terbukti menyalahgunakan kekuasaan saat menjadi broker pembelian gas dari Rusia pada tahun 2009.

Jaksa penuntut Ivan Dervyanko mengatakan, Yulia pernah mendapat jaminan untuk mengembalikan hutang pembelian gas tersebut kepada Kementrian Pertahanan Rusia. Sayangnya, uang tersebut malah mengalir ke beberapa rekening miliknya di Swiss. Kasus kedua pun terkuak, Yulia diduga keras telah mentransfer sejumlah dana sebesar US$ 400 juta atau sekitar Rp 3,7 triliun dari perusahaan energi miliknya dari kas negara.

Kanimozhi

Anggota parlemen India ini adalah adalah putri dari politisi M Karunanidhi, seorang petinggi partai Dravida Munnetra Kazhagam (DMK) yang berkoalisi dengan partai pemenang pemilu di Kongres . Kanimozhi ditahan pada Mei 2011 karena terseret salah satu kasus korupsi terbesar di negaranya. Kanimozh i dijeat dengan pasal UU Pencegahan Korupsi. Jaksa penuntut menyatakan Kanimozhi menerima suap US$ 47,6 juta atau sekitar Rp 450 miliar melalui Kalaignar TV. Kalaignar TV sendiri merupakan stasiun tv  yang dikelola oleh partainya (red: DMK), di negara bagian Tamil Nadu. Sebelum Kanimozhi, mantan menteri Telekomuniasi Andimuthu Raja, teman separtai Kanimozhi yang juga terseret kasus serupa pun sudah dipenjara.

Angelina Sondakh

Wanita Manado bernama asli Angelina Patricia Pingkan Sondakh ini tercatat pernah meraih mahkota Puteri Indonesia di tahun 2001 silam. Karir politiknya dimulai pada tahun 2004  sebagai anggota legislatif Partai Demokrat, mewakili dapil Jateng VI. Namun kemudian, mantan istri dari aktor Adjie Massaid ini divonis bersalah dalam kasus dugaan suap pembahasan anggaran di Kemenpora dan Kemendiknas. Mantan Wasekjen DPP Partai Demokrat itu divonis 4,5 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Angie, begitu sapaan akrabnya, pernah mengajukan kasasi kepada Mahkamah Agung terkait vonis pertamanya itu. Sayangnya, tak hanya menolak, Mahkamah Agung malah memperberat hukuman Angie menjadi 12 tahun penjara serta hukuman denda Rp 500 juta. Angie juga dikenakan pidana tambahan yakni pembayaran uang pengganti senilai Rp 12,58 miliar dan 2,35 juta dollar Amerika Serikat.

Ratu Atut Chosiyah

Politisi Golkar yang menjabat sebagai Gubernur Banten ini menjadi tahanan KPK sejak Jum’at (20/12). “Si Ratu Branded” ini terjerat dua kasus korupsi sekaligus. Yaitu kasus dugaan suap penanganan sengketa Pilkada Lebak, Banten di Mahkamah Konstitusi, dan kasus dugaan korupsi pengadaan Alat Kesehatan (Alkes) di Provinsi Banten.

KPK menjerat Atut dengan Pasal 6 ayat (1) huruf a Undang-undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, dalam kasus Pilkada Lebak. Ia diduga menjadi otak dibalik uang suap yang diberikan adik kandungnya, Wawan kepada mantan Ketua MK, Akil Mochtar. Atut juga telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus Alkes Banten, adapun pasal-pasal terkait hal tersebut sedang dalam proses rekosntruksi. (S2)