Seperempat Perempuan Jabar Terindikasi Mengidap Kanker Serviks

foto: mdguidelines

Sukabumi, Sayangi.Com- Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat mengindikasi sekitar seperempat kaum perempuan di wilayahnya mengidap kanker serviks yang bisa mengancam jiwa penderita.

“Untuk jumlah pastinya kami belum memiliki data yang akurat, tetapi dari hasil penelitian mayoritas perempuan di Jabar jarang melakukan pemeriksaan terhadap alat kelaminnya sehingga tidak bisa diketahui apakah perempuan tersebut terindikasi atau tidak,” kata Kepala BKKBN Provinsi Jabar Siti Fathonah kepada wartawan di Sukabumi, Senin (23/12).

Menurut Siti, kurangnya treatment atau perawatan dan pemeriksaan menjadi landasan utama terus meningkatnya pengidap kanker serviks, maka dari itu pihaknya terus berupaya untuk menekan angka penyebaran penyakit ini yang merupakan salah satu penyakit berbahaya yang menyerang kaum perempuan.

Lebih lanjut, seharusnya setiap perempuan secara rutin memeriksakan kesehatan alat kelaminya untuk mengetahui sejak dini pertumbuhan penyakit ini, karena jika telat dalam mendeteksi kanker serviks akibatnya bisa fatal bahkan sampai menyebabkan kematian.

Sebenarnya pemeriksaan atau progam deteksi dini kepada petugas kesehatan seperti ini mudah dilakukan dan jika terindikasi maka bisa meminta ke petugas untuk melakukan treatment dengan begitu bahaya virus tersebut bisa dicegah penyebarannya dan disembuhkan.

“Namun, kami mengakui masih banyak perempuan yang kurang paham apa itu kanker serviks, penyakit ini merupakan kanker ganas yang terbentuk dalam jaringan serviks atau organ yang menghubungkan uterus dengan vagina yang disebabkan oleh infeksi Human papilloma virus (HPV),” tambahnya.

Sementara, Ketua Komisi IX DPR Bidang Kesehatan dan Tenaga Kerja, Ribka Tjiptaning mengingatkan kepada seluruh kaum perempuan yang ada di Indonesia agar mengetahui apa itu kanker serviks dan bagaimana pencegahannya.

Selain itu, kepada kaum perempuan tidak perlu malu memeriksakan kesehatan alat kelaminnya daripada harus menanggung akibatnya, karena dengan melakukan pemeriksaan minimalnya bisa dengan mudah mengobati dan mencegahnya. (Ant)

Berita Terkait

BAGIKAN