PTUN Batalkan Keppres Pengangkatan Patrialis Akbar

Jakarta, Sayangi.Com- Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta membatalkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 87/P/2013 tentang Pengangkatan Hakim Konstitusi Maria Farida, Ahmad Sodiki, dan Patrialis Akbar.

Majelis Hakim PTUN Jakarta yang diketuai Teguh Satya Bhakti dengan anggota Elizabeth IEHL Tobing dan I Nyoman Harnanta, memutuskan hal itu pada Senin (23/12).

Gugatan terhadap Keppres ini diajukan oleh Koalisi Masyarakat Sipil Selamatkan MK, karena menganggap bahwa Keppres itu mengandung sejumlah kesalahan, antara lain melanggar UU MK Pasal 15, Pasal 19, dan Pasal 20 (2) tentang integritas calon hakim MK sebagai negarawan yang menguasai konstitusi.

Salah satu penggugat, Erwin Natosmal, saat dihubungi wartawan di Jakarta, Senin, mengatakan bahwa Keppres pengangkatan Patrialis Akbar dan Maria Farida dibatalkan PTUN Jakarta. Selain itu, SK pemberhentian Maria Farida dan Ahmad Sodiki juga dibatalkan.

“Maria Farida dan Ahmad Sodiki masih sebagai hakim MK karena SK pemberhentian mereka dibatalkan. Sedangkan pengangkatan Patrialis cacat hukum,” kata Erwin.

Menanggapi putusan ini, Hakim Konstitusi Patrialis Akbar menyatakan akan mengajukan banding. “Demi kepentingan bangsa saya akan melakukan itu (banding),” kata Patrialis, saat ditanya wartawan atas putusan PTUN Jakarta tersebut.

Menurut Patrialis, putusan PTUN itu akan merugikan bangsa dan Mahkamah Konstitusi karena tidak bisa jalan karena Keppres pengangkatan tersebut bersama dengan Hakim Konstitusi Maria Farida.

“Kalau memang putusan PTUN merugikan bangsa kita, dan MK tidak bisa jalan, satu-satunya jalan ya banding,” jelasnya.

Patrialis mengatakan bahwa sebagai tergugat intervensi dirinya punya hak untuk banding, namun tergantung Maria Farida apakah juga ikut banding.

“Sebenarnya saya sendiri juga bisa kalau ingin banding, tapi sebagai satu kesatuan ya harus berbincang dulu bersama ibu Maria,” katanya. (Ant)

Berita Terkait

BAGIKAN