Kawasan Malioboro Favorit Wisatawan di Yogyakarta

Foto: Travelinds.com

Yogyakarta, Sayangi.Com– Hotel kelas bintang maupun nonbintang di kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, masih tetap menjadi favorit bagi wisatawan yang akan menikmati liburan Natal dan Tahun Baru 2014.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Daerah Istimewa Yogyakarta Istidjab Danunagoro di Yogyakarta, Senin (23/12), mengatakan bahwa hotel di kawasan itu dipastikan akan penuh oleh wisatawan yang menginap untuk menikmati liburan di kota gudeg ini.

“Dipastikan tingkat hotel di kawasan tersebut bisa mencapai 100 persen seperti tahun-tahun lalu setiap libur Natal dan akhir tahun,” kata Istidjab Danunagoro.

Ia mengatakan, para pengelola hotel di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta sampai saat ini sudah siap menyambut kedatangan wisatawan yang akan menginap di hotelnya.

“Bahkan mereka menyiapkan paket-paket khusus untuk menyambut wisatawan yang akan menginap dan berlibur pada Natal dan Tahun Baru 2014,” katanya.

Menurut dia, pihaknya menargetkan tingkat okupansi hotel di daerah ini mencapai 80 persen selama libur Natal dan Tahun Baru 2014.

“Masa libur Natal dan Tahun Baru adalah ‘peak season’, dan kami targetkan bisa mencapai 80 persen,” katanya.

Menurut Istidjab, berdasarkan informasi yang dihimpun dari beberapa pengelola hotel di DIY, pemesanan kamar hingga saat ini mulai naik. Pemesanan kamar rata-rata telah mencapai 50-60 persen.

“Persentase itu meliputi pemesanan kamar bagi wisatawan Nusantara maupun dari mancanegara. Kami mengharapkan pemesanan akan terus meningkat,” katanya.

Ia mengatakan, hingga saat ini DIY tercatat ada sebanyak 1.160 hotel. Dari jumlah hotel sebanyak itu, 60 hotel di antaranya katagori kelas bintang dengan jumlah 6.000 kamar dan 1.100 untuk hotel non bintang dengan 12.660 kamar.

Sementara itu, untuk menghindari pemesanan kamar hotel yang tidak jelas menjelang musim ramai kunjungan, menurut dia, beberapa hotel mulai menerapkan ketentuan uang muka (DP). Kisaran uang muka mulai 30-50 persen.

“DP itu untuk menghindari ketidakpastian pemesanan,” katanya. (Ant)