Ini Dia Baragam Kemungkinan Bahaya Erupsi Sinabung

Antara

Medan, Sayangi.com – Gunung Sinabung, Karo Sumatera Utara berpotensi lebih berbahaya dengan kemungkinan terjadi erupsi yang lebih besar dan keluarnya lava sehingga diperlukan kerja sama yang kuat dalam penanganan bencana gunung itu.

“Sebagai Gubernur Sumut (Sumatera Utara), saya menyatakan Provinsi Sumatera Utara siap memback up Pemerintah Kabupaten Karo menangani bencana erupsi Gunung Sinabung yang diperkirakan masih berpotensi bahaya itu,”kata Gubernur Sumut, H Gatot Pujo Nugroho di Medan, Senin (23/12).

Gubernur mengatakan itu pada Rapat Koordinasi Lintas Instansi Penanganan Erupsi Gunung Sinabung di Rumah Dinas Gubernur Sumut di Medan.

Dalam rapat itu, Tim Tanggap Darurat Letusan Sinabung, Hendrasto yang juga Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebutkan, Sinabung masih dalam potensi bahaya antara lain kemungkinan masih terjadi erupsi.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Hendrasto, menyebutkan, Sinabung masih dalam potensi bahaya antara lain kemungkinan masih terjadi erupsi.

Erupsi yang mengeluarkan material berupa abu, pasir sampai lapili (2 – 6 cm) yang ancamannya dapat mencapai radius lima kilometer.

Selain itu, adanya kecenderungan gerakan lateral di kawah utara Gunung Sinabung ke arah tenggara yang berpotensi menimbulkan letusan yang disertai longsoran dinding kawah Gunung Sinabung ke arah tenggara.

Dampak bencana berupa awan panas guguran dapat mencapai jarak lima kilometer. “Potensi terjadinya lahar masih tinggi karena timbunan abu/material erupsi dan curah hujan tinggi,” katanya.

Potensi lahar kemungkinan terjadi di sektor antara Desa Guru Kinayan – Desa Suka Meriah – Desa Bekerah, sedangkan potensi longsor di lereng utara Gunung Sinabung (Lau Kawar) masih tinggi karena terdapat lubang tembusan fumarola baru dan telah beberapa kali terjadi longsor dan mengancam pemukiman di daerah Lau Kawar, Desa Kuta Gugung dan Desa Sigarang-garang.

Ia menegaskan, erupsi efusif yang terjadi 16 Desember lalu membentuk kubah lava dan 22 Desember lalu dari Pos Gunung Sinabung terlihat sinar api di kawah utara Gunung Sinabung.

Guguran/ longsoran material dari dinding kawah Gunung Sinabung ke arah tenggara mulai sering terjadi, sebagai akibat desakan material yang keluar di kawah utara.

Gempa guguran juga mulai intensif terekam dan itu membuat Gunung Sinabung masih tetap AWAS (Level IV).

“Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi merekomendasikan agar masyarakat dan pengunjung/wisatawan tidak mendaki dan melakukan aktivitas pada radius lima kilometer dari kawah Sinabung,”katanya.

Sementara masyarakat di 17 desa dan 2 dusun yakni Desa Guru Kinayan, Sukameriah, Berastepu, Bekerah, Gamber, Simacem, Perbaji, Mardinding, Kuta Gugung, Kuta Rakyat, Sigarang-garang, Sukanalu, Temberun, Kuta Mbaru, Kuta Tonggal, Tiga Nderket, Slandi dan Dusun Sibintun serta Dusun Lau Kawar harus diungsikan.

Masyarakat Desa Kuta Tengah yang terletak pada arah tenggara bukaan kawah Gunung Sinabung, serta Desa Kebayaken, Naman, Kutambelin yang berada di luar radius lima kilometer dari puncak Sinabung juga harus diungsikan karena berpotensi terkena material jatuhan letusan.

“Sehubungan sudah memasuki musim hujan maka masyarakat yang bermukim dekat sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Sinabung agar tetap waspada terhadap ancaman bahaya lahar.”katanya.

Dandim 0205 / TK Letkol Inf Meyer Putong selaku Komandan Tanggap Darurat Erupsi Gunung Sinabung menyebutkan, secara umum hingga dewasa ini penanganan bencana Sinabung terkendali dengan baik termasuk secara administrasi seluruh warga di radius lima kilometer dari kawah Gunung Sinabung sudah diungsikan.

Namun yang perlu mendapat perhatian serius, kata dia, adalah tempat penampungan yang masih menggunakan jambur yang masih disewa sehingga perlu direncanakan membuat areal khusus untuk penampungan itu.

Deputi Penanganan Darurat, Tri Budiarti menegaskan terkait penanggulangan bencana, Presiden memerintahkan Pemerintah Kabupaten/Kota menjadi penanggung jawab utama penyelenggaraan penanggulangan bencana di wilayahnya, sedangkan Pemerintah Provinsi segera merapat ke daerah bencana untuk memberikan dukungan dengan mengerahkan seluruh sumberdaya yang ada di tingkat provinsi jika diperlukan. (MD/Ant)

 

 

Berita Terkait

BAGIKAN