Biar Warga Tak Selingkuh, Pernikahan di Blitar Digratiskan

Foto: ciricara

Blitar, Sayangi.com – Pemerintah Kota Blitar, Jawa Timur, menggratiskan biaya pernikahan bagi warganya yang dituangkan melalui surat keputusan (SK) Wali Kota.

“Di Indonesia belum ada kebijakan program nikah gratis. Kami ingin menyejahterakan masyarakat melalui nikah gratis ini,” kata Wali Kota Blitar Samanhudi di Blitar, Senin (23/12/2013).

Ia mengatakan kebijakan ini semata-mata demi membantu warga, demi menghindari segala praktik yang tidak baik seperti perbuatan perselingkuhan.

Pihaknya mengatakan, sampai saat ini program itu memang belum diputuskan tentang nikah gratis tersebut, dan masih berupa rancangan. Namun, aturan yang diputuskan lewat SK Wali Kota tersebut akan diberlakukan mulai Januari 2014.

Untuk biaya yang diberikan, menurutnya akan membantu untuk biaya bagi penghulu, pembuatan kembar mayang, sampai prosesi akad nikah di KUA.

Biaya itu tidak termasuk pesta pernikahan, karena untuk agenda itu ditanggung masing-masing calon pengantin. Namun, secara nominal, ia masih enggan menyebut untuk biaya yang ditetapkan per pasangan calon yang hendak menikah.

“Yang penting tidak melanggar aturan. Nanti, untuk anggaran akan diambilkan dari APBD (anggaran pendapatan dan belanja daerah) dan jika kurang ditambah di PAK (perubahan anggaran keuangan),” katanya.

Nikah gratis itu lanjut dia, berlaku untuk warga yang melakukan pernikahan di Kota Blitar. Baik ketika dilakukan oleh warga Kota Blitar yang mendapatkan jodoh warga di luar Kota Blitar, ataupun warga Kota Blitar yang mendapatkan jodoh dari kota setempat dengan persyaratan pernikahan harus dilakukan di KUA yang ada di Kota Blitar.

Diakuinya saat ini SK itu memang masih belum ditandatangani, sebab masih ada beberapa klausul yang salah.

Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Kota Blitar Imam Muchlis dilansir Antara, mengaku menyambut baik program dari Pemkot Blitar tersebut.

Sesuai dengan ketentuan, biaya pencatatan pernikahan adalah Rp30 ribu, namun di masyarakat terkadang penghulu atau modin diberikan uang tambahan.

Selain bertugas mencatat pernikahan, keluarga juga meminta tolong kepada penghulu agar calon pengantin dinikahkan, sampai proses persiapannya.

“Tugas penghulu sebenarnya hanya mencatat, sementara di masyarakat masih dimintai tolong menjadi protokol pernikahan, sampai memberi doa. Karena pelayanannya cukup baik, uang pemberian itu sebagai ucapan terimakasih,” katanya.

Jumlah pasangan yang menikah di KUA Kota Blitar cukup bervariatif mencapai puluhan, sementara jumlah penghulu di Kota Blitar hanya tiga orang.