Melihat dari Dekat Keindahan Menara “Cinta” Namsan Seoul

Foto: Sayangi.com/istimewa

Seoul, Sayangi.com – Sore itu, hujan salju menyelimuti kawasan di sekitar Gunung Namsan, Kota Seoul, Korea Selatan.

Dari kejauhan, sebuah menara tampak berdiri kokoh menjulang ke angkasa.

Menara yang dibangun pada 1969 itu dikenal masyarakat umum dengan sebutan Menara Namsan Seoul (N-Seoul).

Tinggi menara ini mencapai 236.7 meter (777 kaki) dari dasar dan berada di ketinggian 479.7 meter (1,574 kaki) di atas permukaan laut.

Dulunya, menara ini berfungsi sebagai pemancar radio, sebelum dibuka untuk umum tahun 1980.

Keindahan N-Seol tidak hanya terlihat pada siang hari saja, melainkan juga dapat dilihat pada malam hari.

Sorotan lampu kuning dan biru melingkari tiap sudut menara, menjadi menara terlihat hidup dengan pancaran keindahannya.

Sejumlah wisatawan domestik dan mancanegara terlihat sedang berjalan naik dari lokasi area parkir mobil menuju ke menara yang diperkirakan hanya berjarak 100 meter. Mereka tampak antusias melihat keindahan kota Seoul pada malam hari dari atas menara.

Kebanyakan pengunjung menaiki kereta gantung Namsan untuk naik, lalu berjalan kaki sampai ke menara.

Di menara ini terdapat toko oleh-oleh dan sebuah restoran di lantai bawah.

Pengunjung harus membayar ketika naik ke atas menara. Tiket masuk Observatorium N-Seoul yakni untuk anak-anak (usia 4-12 tahun) sebesar 3.000 won, remaja dan dewasa (13-64 tahumn) 7.000 won, dan untuk lansia (65 tahun ke atas) 5.000 won.

Terdapat empat balkon pengamatan yakni di balkon pengamatan ke-4, terdapat restoran berputar, dan berputar sekali selama 48 menit, dan juga toko oleh-oleh dan dua restoran di atasnya. Pengunjung dapat melihat hampir seluruh kota Seoul.

Berada di N-Seoul ini pengunjung bisa menikmati pemandangan kota Seoul sambil duduk-duduk di kursi yang tersedia, atau dari restoran.

Suasana lebih indah ketika pada malam hari karena tempat ini terlihat begitu romantis pada malam hari. Terlihat banyak pasangan yang jalan berduaan atau sekedar duduk-duduk di gazebo atau kursi taman sambil melihat pemandangan ditemani sinar lampu remang-remang.

“Benar-benar luar biasa. Ini pengalaman saya yang pertama di Korea,” kata salah seorang pelancong dari Surabaya, Wahyu saat berada di N-Seoul beberapa hari lalu.

Wahyu mengaku kagum dengan kemegahan N-Seoul yang merupakan kebanggaan warga Korea Selatan.

Pada saat melihat dari kejauhan N-Seoul, ia teringat dengan Tugu Monas di Jakarta yang juga menjadi kebanggaan warga Indonesia.

Meski demikian, lanjut dia, kebaradaan N-Seoul yang berada di gunung Namsan menjadi catatan tersendiri. Apalagi, banyak kisah menarik di sekitar N-Seoul yang dimitoskan hingga saat ini, seperti halnya gembok cinta yang diminati pasangan muda-mudi.

Hal sama juga diungkapkan salah seorang rombongan lain dari Pemkot Surabaya, Robi.

Ia mengatakan menara N-Seoul cukup terkenal di Indonesia. Selain keiandahaannya, letaknya juga cukup strategis berada di pusat kota Seoul.

“Kita bisa melihat kota Seoul dari atas menara. Apalagi waktu malam hari, lampu-lampu gedung bertingkat di Kota Seoul dan sekitarnya terlihat indah. Bisa buat background foto,” katanya.

Selain itu, lanjut dia, untuk menuju ke puncak menara, pengunjung harus menaiki lift dengan pemandangan visual digital yang seakan sedang membawa pengunjung terbang ke angkasa. “Ini menakjubkan sekali,” katanya.

Di puncak menara, pengunjung dapat menuliskan kata-kata di sebuah dinding yang memang disediakan untuk pengunjung menuliskan segala kesannya. Jadi jika pengunjun itu kelak datang lagi, maka dapat mencari tulisan yang dahulu di dinding tersebut.

Menara ini cukup diminati wisatawan asing. “Kalau saya melihat saat naik ke menara ini, terlihat wisatawan asing banyak sekali,” jelasnya.

Gembok Cinta Jika sudah berada di atas menara, maka biasanya pengunjung tidak lupa akan tradisi “gembok cinta”.

Gembok cinta adalah gembok biasa yang dipasang di beberapa sudut N-Seoul yang telah disediakan.

Gembok ini dipercaya sebagai lambang cinta sepasang kekasih dan kalau memasang gembok yang berisi tulisan atau nama dari sepasang kekasih, kemudian dikaitkan di pagar menara lalu kuncinya dibuang dari atas menara sejauh-jauhnya, sepasang kekasih itu akan abadi dan tidak akan pernah putus.

Salah seorang pemandu wisata, Glen Budi mengatakan dilihat dari sejarahnya, memasang gembok cinta ini dimulai oleh sepasang kekasih yang terinspirasi hal serupa di Menara Tokyo.

Kemudian semakin terkenal setelah sepasang selebriti Korea, Alex dan Sinae datang berkencan di sana dalam acara MBC We Got Married, dan bahkan membuat angka penjualan gembok meningkat tajam.

“Karena kejadian ini pernah ditayangkan dalam acara ‘We Got Married’, sehingga mengundang pasangan kekasih lain berbondong-bondong melakukan hal yang sama,” katanya.

Kemudian hal tersebut, lanjut dia, dijadikan sebuah tradisi yang bernama “love lock” atau gembok cinta.

Saat ini, lanjut dia, gembok yang terpasang di pagar N-Seoul Tower di dekat Gunung Namsan ini sudah semakin banyak. Pagar yang disediakan pun semakin tidak menampung banyaknya gembok yang dikunci oleh ribuan pasang kekasih.

Maklum, lanjut dia, hampir setiap hari tempat ini didatangi pasangan kekasih yang lagi jatuh cinta untuk menggantungkan gembok di pagar itu. Namun demikian, tidak perlu khawatir karena di sana telah disediakan pohon cemara yang sengaja disediakan untuk memasang gembok.

“Gembok pun juga dijual di sana, sehingga wisatawan tidak perlu khawatir jika ingin memasang gembok,” ujar dia.

Gembok-gemboknya pun bervariasi dilihat dari ukuran dan warna yakni ada yang besar, kecil, ada yang gambar hati, ada yang berbentuk borgol, dan dengan dihiasi berbagai tulisan yang berisi tentang harapan dan cita-cita. Ada juga yang bahkan sampai menggunakan rantai sepeda.

“Para pasangan kekasih ini menggantungkan sepasang gembok yang sudah dituliskan nama, kemudian dikaitkan di pagar menara dan kuncinya dibuang. Melalui gembok yang sengaja dipasang tanpa kunci ini, mereka berharap kisah cintanya akan abadi sepanjang masa,” katanya. (MI/Ant)