PPJ: Jakarta Harus Didukung Semua Pihak untuk Jadi Kota Terbaik

Foto: sayangi.com/MA

Jakarta, Sayangi.com – Ketua Dewan Pembina Pusat Pengkajian Jakarta (PPJ), Muhammad Taufik menegaskan potensi Jakarta untuk menjadi kota terbaik. Namun hal itu kata dia, sulit tercapai bila pembangunan di Jakarta masih dijalankan ‘sendirian’.

Oleh karenanya, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut serta mendukung dan berpartisipasi aktif terkait program yang sudah mulai dijalankan gebernur dan Wakil Gubernur Jokowi-Ahok.

“Pembangunan di Jakarta ini harus mendapat dukungan dari masyarakat luas, karena kita ingin melihat Jakarta menjadi kota terbaik,” kata Taufik dalam acara Refleksi Akhir Tahun di Jakarta, Selasa (24/12/2013).

Taufik yang juga Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta ini memaparkan sejumlah program Jokowi-Ahok yang kurang mendapat dukungan, seperti menuntaskan masalah kemacetan, membebaskan warga dari banjir, pendidikan gratis, kesehatan gratis dan masalah sosial budaya lainnya. Padahal jelas dia, semua permasalahan di Jakarta bukan hanya tanggung jawab Jokowi-Ahok sebagai kepala pemerintahan provinsi di Ibu Kota Indonesia itu.

“Kalau semuanya dilimpahkan kepada pemerintah sementara masyarakatnya tidak mendukung, ya tidak mungkin program perbaikan itu berjalan lancar,” jelasnya.

“Toh hasil dari pembangunan itu juga yang menikmati kita semua. Tidak mungkin hasil dari pembangunan itu dinikmati oleh orang-orang tertentu. Intinya, harapan kita masyarakat mendukung apa yang menjadi program Jokowi-Ahok.”

Hal yang sama juga dikatakan Direktur Pusat Pengkajian Jakarta, Muhlis Ali. Menurutnya sejumlah kebijakan Jokowi-Ahok yang sudah dijalankan harus dikawal melalui kritik yang membangun, sehingga pembangunan yang direncanakan bisa sesuai harapan.

“Kalau masyarakatnya tidak ikut menjaga ya gimana. Sesuatu yang bisa awet itu kan karena dijaga. Yang menjalankan pembangunan kan pemerintah, dan masyarakat tugasnya ikut menjaga, dan tentu juga mengawal,” katanya.

Muhlis yang juga Ketua Umum Himpunan Generasi Muda Madura mengapresiasi sikap tegas Jokowi-Ahok yang sudah memenuhi sebagian janji-janjinya saat kampanye.

Ada beberapa program yang sudah dijalankan Pemerintahan Jokowi-Ahok. Sebut saja misalnya, kata Muhlis, pembangunan Monorail, pengembangan setu dan waduk, normalisasi sungai dan saluran serta, penggalangan peran swasta dan masyarakat dalam penyediaan dan pemeliharaan RTH Publik/penghijauan lingkungan. Selain itu juga penataan PKL melalui penyediaan ruang bagi ekonomi informal/PKL pada kawasan perkantoran dan perdagangan, membangun mall khusus bagi PKL, dan memperbaiki pasar-pasar tradisional.

“Ada juga kartu jakarta pintar, kartu jakarta sehat, pelayanan kesehatan masyarakat di pasar-pasar tradisional/rumah susun, pengembangan pusat kebudayaan Betawi, dan lain sebagainya,” pungkasnya.