Dermaga Ambruk, 4 Mobil, 18 Motor & 1 Orang Hilang

Foto: fajarcoid

Makassar, Sayangi.com – Dermaga Pelabuhan Rakyat (Pelra) Cappa Ujung, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, ambruk, Senin malam, (23/12) akibat dihantam gelombang. Diperkirakan sebanyak empat mobil, 18 motor dan sejumlah warga tercebur ke laut.

Tim evakuasi yang melibatkan SAR, Gegana, Brimob, Polairut dan KPPN Kota Parepare, Sulawesi Selatan dikerahkan.

“Semua korban yang berjatuhan, berhasil menyelamatkan diri, khususnya yang penumpang mobil yang dari kapal, namun warga yang memacing di dermaga masih dicari,” kata Maneger Operasi PT Pelindo Parepare Burhan Bustan menanggapi kejadian nahas di wilayah kerjanya, Selasa (24/12).

Dia mengatakan, sejumlah mobil yang jatuh ke laut bersamaan dengan runtuhnya dermaga, berhasil ditarik naik yakni satu unit mobil pick up grand max bernomor polisi F 8452 AP.

Sementara itu, salah seorang buruh Pelabuhan Parepare Salama mengaku, saat kejadian dia dan belasan rekannya tengah memindahkan barang dari truk ke kapal.

“Kejadiannya sangat cepat, saat kapal kargo Mentari Persada asal Surabaya yang membawa puluhan peti kemas menabrak dermaga saat akan sandar,” jelasnya seperti dikutip Antara.

Seketika itu juga, kata Salama, dia dan buruh lainnya berjatuhan ke laut bersama kendaraan yang ada di atas dermaga.

Sementara Rizal, warga setempat yang ikut menyaksikan kejadian tersebut mengaku sempat berada di atas dermaga saat kejadian. Ketika kejadian dia langsung melompat ke laut, sehingga tidak jatuh bersama dermaga, jadi tidak mengalami luka-luka.

Pencarian korban ketika itu, terpaksa dilakukan dengan penerangan seadanya, karena minimnya lampu penerangan di pelabuhan khusus kapal kayu tersebut. Untuk membantu penerangan, digunakan penerangan dari mobil milik kepolisian setempat.

Selain penerangan yang minim, jumlah warga yang terus berdatangan memadati area pelabuhan, ikut menyulitkan evakuasi.

Sementara itu warga setempat Edar mengatakan, panjang dermaga yang ambruk itu sekitar 50 meter dan berjatuhan dengan tiang lampu dermaga.

“Saat kejadian, sejumlah buruh dan warga yang tengah memancing, berada di atas dermaga yang sama,” katanya.

Ambruknya dermaga, kata Edar, diduga setelah Kapal Kargo Mentari menabrak dermaga saat akan bersandar. Informasi sementara yang didapatkan, para buruh yang ikut berjatuhan bersamaan dengan ambruknya dermaga, berhasil menyelamatkan diri.

“Yang belum ditemukan itu, warga yang memancing. Karena sampai sekarang, evakuasi penyelamatan korban masih sementara dilakukan. Ombaknya tinggi. Tim pencari korban kesulitan. Belum lampu di pelabuhan minim. Redup pula,” katanya.

Adapun kendaraan yang ikut terjatuh, satu unit mobil AVP, satu unit Avanza, sebuah truk dan satu mobil lainnya. Sementara motor sebanyak enam unit. Dari informasi di lapangan, diduga seorang anak terjebak di dalam mobil Avansa.(GWH)