Dikandaskan PTUN, Patrialis Diminta Tidak Banding

Foto: Sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayangi.com – Direktur Eksekutif Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti mengapresiasi putusan
Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta yang membatalkan Keppres No. 87/P tanggal 22 Juli 2013 tentang pengangkatan Patrialis Akbar sebagai Hakim Konstitusi. Ray menilai putusan tersebut tepat dan layak diapresiasi.

“Kami melihat semangat independensi yang mulai tumbuh di kalangan para hakim dalam memutus berbagai perkara, khususnya sengketa antara warga negara melawan pemerintah,” ujar Ray dalam rilisnya yang diterima Sayangi.com, Selasa (24/12).

Ray menambahkan, jika semangat para hakim itu terus dipelihara, secara perlahan kita akan memasuki era demokrasi yang makin kuat. Sebab, lanjut Ray, pilar yudikatifnya mulai mampu beradaptasi dengan alam demokrasi yang menempatkan lembaga itu sederajat dengan lembaga eksekutif maupun legislatif.

Ray berharap pemerintah tidak melakukan upaya banding. Sebab, selain hal itu menunjukkan sikap bebal, juga  menunjukkan sikap yang menentang  subtansi Perpu No 1/2013. “Hal ini makin menambah argumen bahwa penerbitan Perpu lebih banyak didasarkn pada niat untuk menguasai MK daripada memperbaikinya,” kata Ray lagi.

Ray juga mendesak  dua hakim yang dengan sendirinya dibatalkan jabatannya (Patrialis Akbar dan Maria Farida Indrati) tidak melakukan upaya banding.  Mereka perlu menghindari melakukan banding untuk  mengembalikan semangat mengangkat hakim-hakim konstitusi dan jabatan kenegaraan lain dengan cara-cara transparan dan partisipatif.

“Cara transparan inilah yang mulai dibuang oleh SBY dalam pengangkatan pejabat-pejabat negara yang diamanahkan kepada presiden,” papar Ray lagi.(GWH)