Dirut Merpati Dituntut Mundur Karyawannya

Foto: Sayangi.com/Chapunk

Jakarta, Sayangi.com – Ketua Forum Pegawai Merpati (FPM), Sudiyarto, mendesak agar Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlah Iskan, segera memberhentikan Direktur Utama Merpati Asep Eka Nugraha.  

Selain itu, Dahlan juga diminta untuk segera menyampaikan kepada Presiden SBY dan Menteri Keuangan untuk melakukan penyelamatan aset-aset Merpati. Pasalnya sistem restrukturisasi Merpati yang telah dilakukan sejak lama, tak membuahkan hasil. Merpati justru makin terpuruk.

“Kita mendesak agar aset negara Merpati jangan sampai ditutup,” ujar Badan pengurus Pusat Forum Pegawai Merpati, Sudiyarto, kepada wartawan, Selasa (24/12).

Sudiyarto menambahkan, restrukturisasi Merpati dikuasakan kepada PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) melalui SKU (surat kuasa usaha) yang mengusulkan penggantian direktur utama. Namun, setelah penetapan diret melalui mekanisme fit and proper test, ternyata juga tidak memberikan angin segar, bahkan manajemen makin terpuruk.

“Jajaran direksi baru yang ditunjuk ini ternyata tidak capable, sangat pasif dan tidak berani membuat goals untuk Merpati. Managemen seperti tidak memahami tata kelola manajemen perusahaan. Untuk itu kami berharap agar Direktur Utama Asep Eka Nugraha segera mundur dari jabatannya,” ujarnya.

Masih menurut Sudiyarto, kondisi Merpati makin memperihatinkan dengan ditariknya dua buah pesawat sewa Merpati oleh pemiliknya karena dinilai gagal bayar sewa. Di sisi lain ketidakmampuan manajemen dalam melakukan cash flow berdampak pada semakin sulitnya membayar hak-hak pegawai.

“Manajemen saat ini sudah tidak mampu untuk menjawab permasalahan operasional yang sedang terjadi seperti kapan embargo fuel akan berakhir, kapan pesawat datang atau bertambah, dan kapan gajian normal dan tidak dicicil,” tegas Sudiyarto

Sementara itu, Dirut Merpati Asep Eka Nugraha saat ditemui wartawan menegaskan bahwa, direksi saat ini sudah melakukan kordinasi dengan Menteri Keuangan dan Menteri Kordinator Perekonomian. Namun sampai saat ini, belum diketahui waktu dan tempatnya.

“Sudah ada pertemuan, dan tinggal menungu pemaparan dengan Kemenko saja, kita sedang tunggu jadualnya,” ujarnya.(GWH)