Kisah Unik, Dua Perempuan Asal Jerman & Indonesia Ini Berjanggut

Foto: dailymail

Jakarta, Sayangi.com – Sejatinya janggut merupakan rambut halus yang tumbuh di bagian wajah dan biasanya hanya dimiliki oleh laki-laki. Banyak para laki-laki yang berusaha membiarkan rambut halus yang tumbuh di dagunya ini untuk tumbuh lebat, bahkan tidak jarang dari mereka yang sengaja menggunakan obat untuk dapat menumbukan janggut di wajah mereka. Biasanya laki-laki yang memiliki janggut memang terlihat lebih jantan, untuk itulah banyak para lelaki yang berusaha untuk menumbuhkan janggutnya.
    
Namun menjadi unik bila janggut tumbuh di wajah seorang perempuan. Inilah yang dialami dua perempuan yang berasal dari dua negara berbeda, Indonesia dan Jerman.
    

  • Mariam

Perempuan berjanggut yang pertama bernama Mariam. Perempuan asal Jerman yang berusia  49 tahun ini mengaku bahwa wajahnya mulai ditumbuhi oleh bulu-bulu halus ini sejak kelahiran anaknya 28 tahun yang lalu. Selama itu pula ia selalu mencoba menyingkirkan bulu-bulu tersebut dengan cara mencabutnya agar tidak terlihat semakin lebat. Akan tetapi aktivitas rutinnya tersebut membuat kulit sekitar daerah dagunya menjadi kemerahan. Butuh waktu lama bagi Mariam untuk benar-benar dapat menerima kondisi bahwa dirinya lain dari para perempuan biasanya.

Namun setelah dua dekade bersembunyi, pada akhirnya Mariam memutuskan untuk menerima kekurangan pada dirinya ini yang dianggapnya menjadi suatu kelebihan. Pada akhirnya Mariam merasa dirinya terlihat lebih seksi dari sebelumnya dengan janggut di wajahnya. Selain itu dia merasa lebih percaya diri dari sebelumnya dan ia pun menghentikan kebiasaannya mencabuti bulu-bulu halus tersebut.

Dalam suatu acara live di salah satu stasiun televisi Mariam mengaku bahagia dengan kondisi dirinya dan ia juga tidak akan mengubah penampilan feminimnya dengan tambahan janggut tersebut, walaupun ia juga sempat mendapatkan kritikan dari sang ibu.

Pada tahun 2008 Mariam pernah mencoba untuk memanjangkan janggutnya tersebut. Hal itu dilakukan hanya agar ia tahu bagaimana rasanya dan bagaimana rupanya apabila ia memiliki janggut layaknya laki-laki.

“Di saat saya memutuskan utuk membiarkannya tumbuh, bukan berarti saya berani menghadapi itu semua, hal ini lebih kepada besarnya keingintahuan saya akan kelebihan yang saya miliki. Saya ingin melihat apa yang akan terjadi pada diri saya. Ada ketakutan besar dalam diri saya bahwa semua orang akan menghindar dari saya dan tidak akan ada yang mau berbicara dengan saya,” ujarnya.

“Ibu saya mengatakan, kamu akan membuat orang-orang yang melihatmu shock dengan kondisi ini. Pada awalnya dia terbiasa dengan kondis saya ini, namun sekarang ini dia mulai terlihat agak cemas dan dia menginginkan saya mengakhiri semua dan berubah menjadi perempuan normal,” cetusnya.

Mariam tidak hanya menerima reaksi yang positif, ia juga pernah menerima reaksi negatif dari seseorang melalui internet atas keterbukaannya mengenai kelebihan yang ia miliki. Ada beberapa orang yang dengan kejamnya mengatakan bahwa orang seperti saya seharusnya di kirim ke Rusia dan ditembak. Namun tidak sedikit juga yang mengatakan bahwa apa yang dialaminya menjadi suatu inspirasi dan memberikan semangat. Pada akhirnya Mariam memutuskan untuk tetap memelihara janggutnya bergabung dengan kelompok sirkus juga memiliki acara sendiri.

  • Agustina Dorman


Layaknya dua keping mata uang, hal yang sama juga terjadi pada perempuan asal Indonesia bernama Agustina Dorman. Perempuan  38 tahun yang berasal dari Kota Teluk Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, Indonesia ini juga memiliki janggut layaknya laki-laki.

Sama seperti Mariam, Agustina pun pada awalnya sempat menyembunyikan kelebihannya ini sampai pada akhirnya ia mau membuka diri dan menerima kondisi uniknya tersebut. Keanehan Agustina ini terjadi ketika usianya menginjak 25 tahun dan setelah melahirkan anak pertamanya. Ada sejumput rambut yang tumbuh di dagu layaknya laki-laki. Namun sama seperti kebanyakan para laki-laki ia pun mencoba mencukur janggutnya ini, namun hal yang tidak diduga terjadi, Agustina jatuh sakit.

Akhirnya Agustina pun memutuskan untuk memakai jilbab dan menggunakan cadar untuk menutupi janggutnya yang lebat. Hal tersebut dilakukan agar anak-anaknya tidak mendapatkan ejekan dan juga tidak diolok-olok. Agustina menutupi kondisi uniknya ini selama 19 tahun. Namun pada akhirnya Agustina mengambil langkah berani untuk menunjukan kelebihannya dan tidak lagi menyembuyikannya. Harapan Agustina siapapun yang mengetahui kondisinya ini dapat menerima kelebihannya itu tanpa mengolok-olok atau mengejeknya lagi.  

Sebenarnya kondisi yang terjadi baik pada Mariam maupun Agustina ini juga terjadi pada banyak perempuan di Amerika Serikat. Menurut laporan FDA menyebutkan bahwa lebih dari 41 juta perempuan di Amerika Serikat yang memiliki hirsutism atau pertumbuhan rambut seperti laki-laki.

Menurut Mayo Clinic, perempuan dengan tingkat hormon yang tinggi yang disebut androgen atau yang dikenal juga dengan testosteron yang dapat mengakibatkan rambut berlebihan di wajah. Selain itu juga diketahui bahwa lebat tidaknya rambut wajah anda tergantung dari mana asal keluarga anda. Biasanya perempuan yang berasal dari keturunan Mediterania, Asia Selatan dan Timur Tengah lebih memungkinkan untuk memiliki rambut berlebih dibandingkan perempuan Kaukasia.

(Berbagai Sumber)

Berita Terkait

BAGIKAN