Mantan Ketua BPK Pun Tersandung Korupsi

Foto: sayangi.com/MI

Tanjungpinang, Sayangi.com – Kejaksan Negeri Tanjungpinang, Kepulauan Riau, menetapkan mantan Ketua Badan Pengusahaan Kawasan (BPK) Tanjungpinang, berinisial H tersangka korupsi dana hibah pemerintah daerah setempat sejak 2010 hingga 2012.

“H disangkakan melakukan dugaan tindak pidana korupsi dana hibah dari APBD Tanjungpinang pada tahun anggaran 2010, 2011 dan 2012 hingga ditemukan kerugian negara mencapai Rp300 juta lebih,” kata Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang, Siswanto di Tannjungpinang, Selasa (24/12/2013).

Siswanto mengatakan, selain H Kejari juga menetapkan pejabat BPK Tanjungpinang berinisial F yang diketahui sebagai bendahara menjadi tersangka.

“Surat perintah penyidikannya sudah ditandatangani Kejari pada 20 Desember 2013 dan kedua tersangka belum ditahan,” ujarnya.

Menurut Siswanto, berdasarkan hasil penyelidikan dan pemanggilan sebanyak 15 orang saksi, modus yang dilakukan tersangka adalah dengan membuat surat perjalanan dinas fiktif untuk kegiatan yang tidak dilaksanakan.

“Para tersangka dijerat dengan Pasal 2 juncto Pasal 3 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, juncto Pasal 55 ayat 1 ke 1 junto Pasal 64 KUHP. Tersangka diancam hukuman 15 tahun penjara,” jelas Siswanto.

Menurut dia, tim dari Kejari Tanjungpinang segera melakukan pemanggilan kepada H dan F untuk dilakukan pemeriksaan sebagai tersangka.

“Jika dalam pemeriksaan tim penyidik menyimpulkan untuk dilakukan penahanan akan segera ditahan,” ujarnya.

Berita Terkait

BAGIKAN