Rano Akan Temui Atut di Penjara Bicara Masa Depan Banten

Foto: ant

Tangerang, Sayangi.com – Wakil Gubernur Banten Rano Karno akan menemui Ratu Atut Chosiyah di penjara Pondok Bambu, Jakarta Timur, untuk membicarakan koordinasi mengenai pekerjaan.

“Untuk menjalankan roda pemerintahan Provinsi Banten ke depannya, saya siap menemui ibu Atut di tahanan untuk berkoordinasi mengenai pekerjaan,” kata Rano Karno usai acara pelantikan wali kota dan wakil wali kota Tangerang di DPRD Kota Tangerang, Selasa.

Rano menjelaskan, hingga saat ini belum ada pelimpahan pekerjaan tugas Gubernur seluruhnya kepadanya. Artinya, Ratu Atut masih menjabat sebagai Gubernur Banten meski kondisinya berada di tahanan.

Meski demikian, pelayanan publik dan pekerjaan di Pemprov Banten tidak akan terganggu secara luas dengan kondisi sekarang ini.

Sebab, setiap Kepala Dinas telah memiliki tugasnya masing – masing. Sedangkan untuk tugas Gubernur Banten, dapat disesuaikan dengan jenis tugasnya.

“Kalau ada undangan atas nama Gubernur, maka dapat diwakili oleh saya maupun Sekda atau Asda. Jadi, semua tetap berjalan,” katanya.

Rano juga menambahkan akan menemui Atut di penjara pada pekan depan. Sebab, saat ini Atut masih menjalani proses pengenalan lingkungan.

Dirinya juga berjanji untuk bekerja secara profesional dan berkoordinasi dengan semua pihak. Kepada loyalis Atut, dirinya mengajak untuk bersama – bersama bekerja memajukan Banten.

“Saya di sini sebagai dari amanah rakyat. Jadi, jangan kaitkan dengan urusan politik atau lainnya. Tapi, mari kita kerja bersama – sama,” tegasnya.

Perlu diketahui, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad pada hari Selasa (17/12), telah resmi menetapkan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah sebagai tersangka sengketa pilkada Kabupetan Lebak dan dugaan tindak pidana korupsi pengadaan Alat Kesehatan (Alkes).

Abraham Samad menambahkan, “Pasal yang akan dikenakan yaitu pasal 6 ayat 1a, Undang-undang no 31 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi dan junto pasal 55 ayat 1 KUHP.” “Ratu Atut secara bersama-sama tersangka TCW melakukan penyuapan kepada ketua MK, Akil Muchtar,” kata Abraham Samad. (Sumber: Antara)