Natal 2013: Kedamaian Tidak Akan Nyata Tanpa Penegakan Keadilan

Foto: Sayangi.com/Chapunk

Jakarta, Sayangi.com – Perayaan Natal tahun ini harus diakui dilaksanakan dalam suasan keprihatinan atas situasi dan kondisi bangsa Indonesia. Demikian disampaikan Rm. Bratakartana dan Rm. Adi Susanto saat memimpin misa Natal yang mengambil tema “Datanglah, Ya Raja Damai” di Gereja Katedral, Jakarta (24/12).

“Tindakan-tindakan intoleran seperti isu mayoritas dan minoritas di tengah masyarakat akan mengancam kerukunan,” ucap Rm. Bratakartana.

Rm. Bratakartana juga menyoroti kerusakan alam melalui cara hidup keseharian yang tidak mengindahkan kelestarian lingkungan, eksploitasi besar-besaran terhadap alam melalui proyek-proyek yang merusk lingkungan serta kejahatan korupsi yang semakin menggurita.

“Hal lain yang juga memprihatinkan adalah lemahnya integritas para pemimpin bangsa. Bahkan dapat dikatakan semakin hari, integritas para pemimpin bangsa semakin merosot,” tambahnya.

Sedangkan Rm. Adi Susanto menyinggung disipln, kinerja, komitmen dan keberpihakan kepada kepentingan rakyat digerus oleh kepentingan politik kekuasaan.

Karenanya, gema Natal 2013 “Datanglah, Ya Raja Damai” menjadi sangat relevan.

“Semangat Natal adalah semangat merefleksikan kembali arti Kristus yang sudah lahir, yang telah meyatakan karya keadilan dan perdamaian dunia, dan karenanya pada saat yang sama, umat berkomitmen untuk mewujudkan kembali karya itu, yaitu karya perdamaian di tengah konteks kita,” tandasnya.

Semangat tema ini, tambahnya, sejalan dengan tekad geraja-gereja sedunia yang ingin menegakkan keadilan, sebab kedamaian sejati tidak akan menjadi nyata tanpa penegakkan keadilan.

Perlu diketahui, Natal 2013 ini mengambil tema dekorasi “Daur Ulang Kertas Bekas Selamatkan Bumi Kita”. (FHR)