Catatan Akhir Tahun: 2013 Milik Jerman

Foto: Uefa.com

Jakarta, Sayangi.com – Spanyol dan klub-klubnya papan atasnya boleh saja bertabur bintang dan bahkan memiliki pemain termahal di dunia untuk saat ini, yakni Gareth Bale yang bergaji Rp5 miliar per minggu.

Tetapi untuk turnamen dan meraih trofi, Jerman adalah juaranya.

Klub-klub raksasa Spanyol seperti Real Madrid sebelumnya menjadi pusat perhatian setelah menorehkan sensasi merekrut pemain termahal dunia saat ini, Gareth Bale, dengan nilai transfer fantastis 100 juta euro dari Tottenham Hotspur.

Sebelumnya pada 2009, Los Blancos juga telah memecahkan rekor pemain termahal dunia saat itu tatkala mendatangkan Ronaldo ke Santiago Bernabeu.

Mereka harus membayar ke Manchester United 93 juta euro untuk mendatangkan winger asal Portugal itu.

Klub raksasa Spanyol lainnya, Barcelona, juga sempat menjadi pusat perhatian setelah penyerangnya asal Argentina Lionel Messi kembali menjadi peraih Ballon d’Or alias pemain terbaik dunia 2012, menyisihkan rivalnya Cristiano Ronaldo dan juga rekan setimnya di Barcelona, Andres Iniesta.

Gelar pemain terbaik dunia ini merupakan gelar ke-4 yang diraih Messi secara beruntun. Dan hanya Messi seorang saja yang mampu menyabet gelar Ballon d’Or empat kali berturut-turut, sehingga ia kerap kali diidentikkan dengan legenda Argentina, Diego Maradona, dan dijuluki “Messidona”.

Namun itu semua telah berubah. Sepanjang 2013, klub-klub raksasa Jerman seperti Bayern Munich dan Borussia Dortmund telah membuktikan bahwa mereka lah yang layak menjadi yang terbaik di pentas sepak bola dunia saat ini.

Dua klub elite Jerman itu menjadi finalis kompetisi klub Eropa paling bergengsi Liga Champions 2013. Pertemuan tersebut juga menjadi catatan sejarah karena untuk pertama kalinya pula dua klub asal Jerman saling bertemu di final Liga Champions UEFA.

Dalam pertandingan final yang berlangsung sengit di Stadion Wembley, Inggris, pada 25 Mei 2013 itu, raksasa Bavaria Bayern Munich akhirnya berhasil merengkuh trofi juara Liga Champions 2013 setelah menyisihkan Borussia Dortmund dengan skor 2-1.

Torehan prestasi di Wembley ini merupakan gelar juara Liga Champions kelima Die Roten (julukan lain Bayern munich) setelah sebelumnya pada 1974, 1975, 1976 dan 2001, mereka juga berhasil merengkuh juara.

Gelar juara Liga Champions untuk kelima kalinya itu sekaligus pula menjadi bukti konsistensi Jerman setelah pada musim kompetisi sebelumnya pada 2012, Jerman (Bayern Munich) juga menjadi finalis, namun ditaklukkan Inggris (Chelsea).

Saat itu, Chelsea keluar sebagai juara Liga Champions 2012 setelah menaklukkan Bayern Munich di partai final. The Blues unggul 4-3 dalam drama adu penalti setelah bermain imbang 1-1 di 120 menit waktu normal plus dua babak tambahan.

Tidak hanya di kompetisi Liga Champions saja Jerman dengan Bayern Munich-nya berjaya.

Di penghujung 2013, tepatnya pada 22 Desember 2013, Bayern kembali menorehkan prestasi menambah gelar juara setelah memenangi Piala Dunia antar-Klub 2013 seusai menekuk klub asal Maroko, Raja Casablanca 2-0 di babak final.

Gelar itu sendiri menjadi gelar kelima bagi Bayern Munich sepanjang 2013.

Mereka menjadi Juara Liga Champions, Piala Jerman, Liga Utama Jerman (Bundesliga), Piala Super Eropa dan juara Piala Dunia Antarklub, pada saat bersamaan.

Bayern Munich nyaris saja menjadi klub paling sempurna di tahun 2013 apabila mereka berhasil menjuarai Piala Super Jerman. Namun sayangnya di babak final, mereka ditaklukkan rival bebuyutannya Borussia Dortmund yang berhasil menggondol Piala Super Jerman.

Faktor Ribery Dibalik sukses Bayern Munich merajai kompetisi Eropa dan mengoleksi berbagai gelar juara secara bersamaan pada 2013, ada faktor Franck Ribery yang berperan signifikan sebagai pemain sayap dalam mendongkrak prestasi klub itu.

Franck Ribery diperkirakan banyak kalangan bakal tampil sebagai Pemain Terbaik Dunia 2013 versi FIFA, setelah ia masuk final calon peraih penghargaan Ballon d´┐ŻOr 2013 bersama dua punggawa klub La Liga, Lionel Messi (Barcelona) dan Cristiano Ronaldo (Real Madrid).

Pada 22 Desember 2013, kurang dari 24 jam setelah ia terpilih sebagai pemain terbaik turnamen di Piala Dunia Klub, Ribery kembali dianugerahi gelar “Man of the Year” 2013 di Jerman.

Pada 2008, Ribery juga pernah diganjar penghargaan ini oleh majalah sepak bola Jerman Kicker dan anugerah serupa kembali disematkan ke pemain berusia 30 tahun itu untuk 2013 atas kiprahnya bersama Bayern Munich.

Mengutip Ketua Bayern Munich Karl-Heinz Rummenigge, Ribery pada 2013 ini telah mengambil langkah-langkah sebagai pemain kelas dunia secara mutlak.

Beberapa bulan sebelumnya, yakni pada 29 Agustus 2013, saat digelar acara gala di Grimaldi Forum, Monaco, Ribery telah dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Eropa 2013. Ia sukses meraih penghargaan bergengsi ini setelah menyingkirkan dua pemain lainnya, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi.

Pemain timnas Prancis ini terpilih setelah melalui voting dari 53 wartawan yang mewakili negara-negara anggota UEFA.

Ribery menjadi pemain Bayern keempat yang menjadi Pemain Terbaik Eropa. Sebelumnya, penghargaan ini sempat diraih Gerd Muller, Franz Beckenbauer, dan Karl-Heniz Rummenigge. Musim lalu, gelandang Barcelona, Andres Iniesta yang terpilih sebagai yang terbaik.

Untuk level negaranya sendiri, Prancis, Ribery juga telah diganjar anugerah gelar Pemain Prancis terbaik 2013 oleh majalah sepak bola Prancis, pada 10 Desember 2013.

Winger Bayern Munich itu sukses mengalahkan dua pemain gelandang yakni Paul Pogba (Juventus) dan Blaise Matuidi (Paris St Germain) dalam pemilihan pemain-pemain Prancis saat ini.

Ribery bersama klubnya, Bayern Munich, diprediksi masih terus melanjutkan prestasinya pada musim 2014. Prediksi itu semakin menguat setelah adanya faktor Pep Guardiola sebagai pelatih dengan segudang prestasi.

Pep Guardiola adalah arsitek dibalik prestasi besar Barcelona, yakni tiga kali juara La Liga, dua kali juara Copa Del Rey, tiga kali meraih Piala Super Spanyol, dua kali juara Liga Champions, dua kali menjuarai Piala Super Eropa, dan dua kali juara Piala Dunia Antarklub.

Dengan perpaduan faktor Ribery dan Pe Guardiola itu saja, Bayern Munich yang mewakili Jerman diperkirakan masih bakal mendominasi kompetisi-kompetisi bergengsi Eropa pada musim 2014. (ant)