Andalkan Kuliah di Jerman, Fauzi Bowo Pede Jadi Dubes

Foto: wordpress.com

Jakarta, Sayangi.com – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengambil sumpah 14 Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) untuk negara sahabat di Istana Negara. Di antara Dubes yang dilantik tampak mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo sebagai Dubes Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) untuk Republik Federasi Jerman.

Usai pelantikan, Fauzi Bowo yang lebih akrab dipanggil Foke menyatakan merasa percaya diri menjadi Dubes Jerman karena pernah menetap lama di negara tersebut ketika menyelesaikan kuliah pasca sarjananya. “Saya cukup memahami kultur masyarakat Jerman, itu bekal saya,” katanya di laman Sekreatriat Kabinet.

Dia menjelaskan, hubungan Indonesia dengan Jerman sudah berlangsung cukup lama, bahkan sudah dimulai dari jaman kolonial Belanda, dimana ada Gubernur Jenderal yang berasal dari Jerman. Foke melihat Indonesia dan Jerman mempunyai peran penting, yaitu Jerman merupakan salah satu pemimpin Uni Eropa dan Indonesia sebagai pimpinan komunitas ASEAN. “Jadi kalau kita lihat dalam konteks ASEAN, itu banyak sekali pekerjaan rumah yang harus kita kerjakan. Terutama dalam rangka menuju komunitas ASEAN. Kita tahu EU dengan segala positif dan negatifnya itu juga banyak sekali yang bisa kita pelajari,” katanya.

Sementara untuk kerjasama bilateral Indonesia dan Jerman, mantan Gubernur DKI itu melihat perlunya tindak lanjut Deklarasi Jakarta yang ditandatangani Presiden SBY dan Kanselir Jerman Angela Merkel. Foke juga mempunyai target untuk meningkatkan volume perdagangan Indonesia dengan Jerman. “Saya mempunyai pekerjaan rumah yang tidak sederhana, karena ada target meningkatkan volume perdagangan antara Indonesia dengan Republik Federasi Jerman di tahun 2015 akhir mencapai 12 miliar dollar AS. Sedangkan pada akhir 2012 akhir ada di posisi 7,28 miliar dollar AS,” jelasnya.

Dia berkeinginan untuk menciptakan keseimbangan volume perdagangan Indonesia dengan Jerman. “Masalahnya kita lebih banyak mengimpor machinery berteknologi tinggi, produk teknologi tinggi. Sedangkan ekspor kita seperti palm oil dan beberapa produksi unggulan kita seperti alas kaki, ada mesin-mesin elektronik dan juga komponen. Kita berharap agar komponen ini bisa diterima tidak hanya di Jerman, tetapi juga di pasar Eropa,” terangnya.

Sedangkan Jerman bakal meningkatkan investasinya di Indonesia dengan akan didirikannya pabrik mobil Volkswagen di Jawa Timur. “Itu investasi cukup besar. Dan kedua adalah industri dasar seperti petrokimia, ferostal akan investasi di Irian ini perlu diberi perhatian dan diberi dukung untuk realisasinya,” pungkasnya. (MSR)

Berita Terkait

BAGIKAN