Jero: Konversi BBM ke BBG Dijamin Bukan Omong Doang

Foto: Sayangi.com/Opak

Bekasi, Sayangi.com – Program konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) yang saat ini terus digalakkan Pemerintah, bekerjasama dengan Badan Usaha, secara tegas dinyatakan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral, Jero Wacik bukanlah program yang tanpa perencanaan dan strategi atau lip service semata alias “omong doang”.  

Beberapa peresmian SPBG, kata Jero, merupakan bukti bahwa program konversi serius dijalankan oleh Pemerintah. “Di Komisi VII kalau kami rapat kerja dulu pada awal-awal saya menjadi Menteri ESDM, selalu dikatakan bahwa Pemerintah kita mau menggunakan gas ini ‘omdo’, omong doang, tidak kerja-kerja, merah kuping saya waktu baru jadi Menteri ESDM,” ujar Menteri ESDM, Jero Wacik mengawali sambutannya di acara peresmian SPBG perdana milik PT PGN (Persero), seperti terbaca di laman Kementerian ESDM.

Ditambahkannya, “Pikiran yang ideal, yang benar, dan cocok pindah ke gas kok omong doang, jadi saya tidak mau dicap sebagai Menteri yang omong doang, maka mari kita kerjakan itu, do it, kita kerjakan konversi dari BBM ke BBG, kita kerjakan.”

Menurut Menteri, kita harus serius berpindah ke gas, antara lain karena harga gas lebih murah daripada minyak. Kedua, gas produksi dalam negeri dan jumlahnya banyak. Ketiga, gas lebih ramah lingkungan. Dengan tiga alasan ini, lanjut Menteri sudah seharusnya konsumen berpindah ke gas. “Sesuatu yang awal biasanya lebih sulit, karena itu merubah kebiasaan, dari biasanya menggunakan BBM ke BBG, tapi nanti kalau sudah biasa, kalau nanti sudah ribuan kita punya SPBG, itu akan enak semuanya,” lanjut Menteri.

Konversi BBM ke BBG harus menjadi program berkelanjutan dalam rangka meningkatkan ketahanan energi nasional, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Untuk pelaksanaan diversifikasi BBM ke gas, Pemerintah menyiapkan dua jenis bahan bakar gas yaitu CNG dan LGV. (MSR)

Berita Terkait

BAGIKAN