Sejarah dan Romantisme Pesan dalam Botol

Foto: Geraldineclarkhellery

Jakarta, Sayangi.com – Tak hanya ada di dalam film atau cerita dongeng, pesan dalam botol atau message in the bottle rupanya ada dalam kejadian nyata sejak dulu kala. Pesan dalam botol ini merupakan salah satu bentuk komunikasi kuno, sebuah surat atau pesan singkat dimasukkan ke dalam sebuah tabung kedap air (bisa drum, botol kaca, botol plastik atau kontainer khusus) sebelum dihanyutkan ke laut atau samudera.

Umumnya, pesan tersebut tidak ditujukan kepada alamat tertentu, lantaran sifatnya yang dapat mencapai wilayah manapun. Itulah sebabnya, penggunaan pesan dalam botol biasanya dilakukan dalam kondisi darurat, seperti pesan permintaan tolong yang dilakukan seseorang ketika terdampar di pulau terpencil. Pesan botol ini juga biasa dilakukan oleh orang yang ingin memberi kabar perihal kapal yang tenggelam atau kapal yang rusak.

Pengiriman pesan dalam botol ini tidak termasuk dalam sistem pengiriman pesan formal karena fungsi pengirimannya yang tidak efektif. Namun begitu, sebagian orang masih menggunakannya sebagai bagian dari hiburan dan permainan saja.

Penggunaan botol dalam pengiriman pesan jenis ini memang cocok mengingat kondisi lautan yang sarat dengan air dan luasnya yang tak tentu. Sifat bahannya yang dari kaca, menyebabkan botol tidak terkena erosi air, tidak pula terkena kerusakan akibat air asin, pun sangat sulit diurai. Botol yang tertutup rapat akan kedap air dan berisi udara di dalamnya, iniĀ  memungkinkan botol untuk terapung dalam waktu lama.

Dalam catatan sejarah, penggunaan pesan dalam botol pertama kali telah dilakukan pada tahun 310 SM oleh filsuf Yunani kuno Theophrastus, sebagai bagian dari eksperimen arus laut untuk memperlihatkan bahwa Laut Mediterania adalah satu aliran dengan Samudera Atlantik.

Lalu catatan lain juga membukukan bahwa Christopher Colombus (1451-1506) sang penjelajah dan penemu Benua Amerika (New World) menggunakan pesan dalam botol saat armada kapalnya dihantam sejumlah badai lautan. Ia memasukkan laporan singkat catatan perjalanannya dan pesan khusus untuk Ratu Spanyol ke dalam sebuah drum, lalu melemparkannya ke laut. Ia berharap agar pesan itu bisa diterima, walaupun ia tak selamat dari amukan badai.

Sejumlah kisah tentang pesan-pesan yang dimasukkan ke dalam botol dan dihanyutkan ke lautan pun beragam, salah satunya kisah romantisme Ake Viking, seorang pelaut Swedia yang bertemu jodohnya, Paolina, berkat sebuah surat dalam botol yang sengaja dihanyutkan Ake Viking di lautan. Surat itu berisi keinginan Ake Viking untuk mencari wanita untuk dipersunting sebagai istri.

Terkesan untung-untungan, surat Viking malah dibalas Paolina, cucu dari Sisilia, yang menemukan surat tersebut di pesisir pantai Italia. Surat itu dialamatkan ke perusahaan dimana Viking bekerja. Pertautan cinta pn bersemi dalam surat-surat selanjutnya. Singkat cerita, setelah pertemuan keduanya, Ake Viking dan Paolina melangsungkan pernikahan di tahun 1958. (MI)

Berita Terkait

BAGIKAN