Polisi Bekuk Penipu Bermodus Penggandaan Uang

Sayangi.com/Doc

Purwokerto, Sayangi.com – Kepolisian Resor Banyumas menangkap seorang tersangka kasus penipuan bermodus penggandaan uang yang beroperasi di berbagai wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Kami mendapatkan informasi dari warga tentang praktik penipuan tersebut dan selanjutnya kami berkoordinasi dengan Polda Jawa Timur guna melakukan penyelidikan terhadap tersangka S (45). Alhamdulillah, tadi malam bisa kami lakukan penangkapan,” kata Kepala Polres Banyumas Ajun Komisaris Besar Polisi Dwiyono di Purwokerto, Rabu (25/12).

Menurut dia, penangkapan terhadap tersangka S dilakukan di Desa Pasir Lor, Kecamatan Karanglewas, Banyumas, pada hari Selasa (24/12), sekitar pukul 22.00 WIB.

Dalam penangkapan itu, kata dia, pihaknya mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya jenglot palsu, minyak “gondho mayit”, dan berbagai kotak warna hitam.

Ia mengatakan bahwa modus operandi yang dilakukan tersangka, yakni dengan memerintahkan korban untuk membeli sejumlah persyaratan yang ditelah ditentukan seperti minyak “gondho mayit”, kemenyan, dan berbagai sesaji.

Selanjutnya, uang yang akan digandakan dimasukkan ke dalam kotak dan dilanjutkan dengan sebuah ritual.

Setelah ritual, uang dalam kotak itu kadang hilang dan tersangka menyatakan jika masih kurang sehingga harus diberi lagi.

“Setelah diberi lagi, muncul lembaran-lembaran kertas yang dilihat korban sebagai uang sungguhan. Namun setelah korban pulang, lembaran-lembaran tersebut ternyata bukan uang melainkan hanyalah kertas putih,” kata Kapolres.

Berdasarkan pengakuan tersangka, kata dia, hal itu hanyalah halusinasi sehingga saat korban berada di dalam ruang praktik, lembaran kertas putih tersebut akan terlihat sebagai uang kertas.

“Jadi, masyarakat betul-betul murni ditipu. Jangan sampai masyarakat percaya bisa kaya dengan cepat dan bisa menggandakan uang dengan cepat,” kata Kapolres menambahkan.

Menurut dia, jumlah korban yang berhasil dihimpun Polres Banyumas sekitar 15 orang yang tersebar di berbagai wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Sementara untuk total kerugian, kata dia, masih dalam penghitungan karena jumlah uang yang diserahkan korban bervariasi.

“Ada yang Rp6 juta, ada yang Rp15 juta, ini yang sedang kita hitung. Kita sedang cek dengan korban,” kata dia menjelaskan.

Terkait kasus tersebut, dia mengatakan bahwa tersangka bakal dijerat dengan Pasal 378 juncto Pasal 372 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. (MD/Ant)