Pertamina Sumbar Riau Tambah Stok Elpiji

indrawartawan.blogspot.com

Padang, Sayangi.com – Manajemen PT Pertamina Sumatera Barat-Riau menambah persedian elpiji pada sejumlah daerah di Indonesia sebagai upaya untuk menyikapi dan langkah antisipasi lonjakan permintaan pada Natal dan menyongsong pergantian tahun.

Penambahan stok juga termasuk di wilayah Rayon Sumbar-Riau oleh manajemen Pertamina sebanyak 10 persen dari kebutuhan yang ada, kata Kepala Marketting Pemasaran Rayon Sumbar-Riau, Ardyan Adhitia didampingi Sales Refresentatif (SR) Elpiji Sulistia Adhi di Padang, Rabu (25/12).

Ia menjelaskan, kebutuhan elpiji untuk wilayah Sumbar rata-rata 90 ton/hari untuk tabung berat 12 kg, sedangkan yang tabung ukuran tiga kilogram lima ton per harinya.

Kebutuhan itu, ada kencenderungan meningkat pada Natal dan menjelang pergantian tahun nantinya, maka langkah dilakukan dengan penambahan stok elpiji.

Menurut Ardyan, wilayah Sumbar termasuk yang menjadi titik perhatian karena sedang dalam pelaksanaan program konversi minyak tanah ke elpiji ukuran berat tiga kilogram.

Kini paket konversi elpiji yang sudah tersalurkan ke masyarakat sekitar 241 ribu yang tersebar pada kabupaten/kota di provinsi itu. Target yang ditetapkan Pertamina sampai pada akhir tahun ini dapat tersalurkan 500 ribu paket.

“Kita memang sudah menetapkan target penyaluran paket elpiji konversi sebanyak 500 ribu, tapi dikwatirkan tak tercapai sampai batas 31 Desember mendatang,” ujarnya.

Menurut dia, penyaluran paket elpiji tergantung pada data yang masuk dari konsultan yang ditetapkan pemerintah daerah, baru Pertamina menyalurkan ke masyarakat yang sudah dilakukan verifikasi.

Berdasarkan data di Pertamina sampai awal pekan ini, baru sebanyak 400 ribu, maka dalam waktu dekat sekitar 160 ribu paket lagi yang akan disalurkan ke masyarakat berdasarkan data tersebut.

SR Pemasaran Pertamina Rayon Sumbar-Riau Sulistia menyikapi soal harga elpiji yang tinggi di masyarakat diakibatkan mata rantainya sudah panjang, makanya untuk mendapatkan harga yang sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) pada tingkat agen saja.

Pola yang dilakukanmasih distribusi terbuka, artinya harga jual setelah agen berpeluang tinggi karena alur dsitribusinya panjang. Ke depan sudah direncanakan sistem distribusi tertutup bersama dengan pemerintah daerah.

“Harga HET untuk elpiji ukuran tabung 12 kg sebesar Rp83 ribu, tapi karena sistemnya distribusi terbuka maka sampai di pengecer ada yang lebih dari Rp100 ribu/tabung,” ujarnya. (MD/Ant)

 

Berita Terkait

BAGIKAN