Tren PNS di Cianjur: Dilaporkan Istri Muda Karena Nikah Siri

Foto: Sayangi.com/istimewa

Cianjur, Sayangi.com – Ada tren baru yang dilakukan banyak pegawai negeri sipil (PNS) di Cianjur sepanjang 2013 ini. Namun tren ini ternyata hanya enak bagi PNS, tapi menyakitkan bagi istri muda mereka.

Demikian ini merupakan catatan Lembaga Pemberdayaan dan Aspirasi Sosial (LEPAS) Cianjur, Jabar. Lembaga ini mencatat banyaknya praktik kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan pejabat atau PNS.

“Sebagian besar hal tersebut menimpa istri muda dengan cara nikah siri,” kata Ketua LEPAS Cianjur Susane Febriyati, awal pekan ini.

Jumlah kasus KDRT di Kabupaten Cianjur hingga Desember 2013, meningkat sebanyak 45 kasus, dibandingkan dengan tahun lalu sebanyak 30 kasus KDRT.

Selain faktor ekonomi yang memicu kekerasan rumah tangga disebabkan banyaknya poligami yang dilakukan pejabat di Cianjur.

“Sebagian besar pelapor biasanya istri muda yang nikah siri. Sedangkan pelaku yang dilaporkan rata-rata pejabat berstatus PNS, dipicu permasalahan harta gono gini,” katanya.

Meningkatnya laporan yang diterima pihaknya sepanjang 2013, karena sebagian besar korban sudah mengerti hukum dan aturan jika terjadi kekerasan dalam rumah tangga agar segera melaporkan pada pihak yang berwenang semakin terbuka.

“Bahkan biasanya, pelaku KDRT ini rata-rata mempunyai jabatan mulai dari kantor kecamatan, hingga di kantor dinas. Mulai dari pemukulan hingga ancaman terkait pembagian harta,” ucapnya.

Sedangkan persentase pemicu terjadinya KDRT, tambah dia, 75 persen akibat permasalahan ekonomi dan 25 persen lainnya akibat permasalah selingkuh serta pembagian harta sebelum bercerai.

“Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Mungkin warga belum tahu harus mengadukan kemana jika terjadi kekerasan dalam rumah tangga,” ungkapnya.