Polda Malut Intensifkan Pengawasan Pencurian Ikan

Sayangi.com/Doc

Ternate, Sayangi.com – Polda Maluku Utara (Malut) akan mengintensifkan pengawasan pencurian ikan di perairan Malut, menyusul adanya berbagai kapal nelayan asing asal Filipina yang masuk ke wilayah ini.

Direktur Polairud Polda Malut, Kombes Pol Fauzi Bakti mengatakan di Ternate, Rabu (25/12), pihaknya terus mengintensifkan pengawasan, terutama bagi kapal nelayan asing dengan mudah masuk wilayah perairan Malut untuk melakukan pencurian ikan.

Ia mengatakan, kalau melihat luasnya wilayah perairan Malut, dua kapal tersebut sebenarnya belum memadai, tetapi Polairud tetap mengoptimalkan pemanfaatannya guna mengamankan perairan Malut dari aksi pencurian ikan oleh nelayan asing yang selama ini sering terjadi.

“Kendala lain yang juga selama ini dialami Polairud Malut untuk mengatasi pencurian ikan adalah terbatasnya personel, karena Polairud saat ini baru memiliki 181 personel, padahal idealnya 250 sampai 300 personel,” ujarnya.

Dirinya mengakui, guna mengoptimalkan pengamanan perairan Malut dari aksi pencurian ikan dari nelayan asing, Polairud memberdayakan masyarakat di sekitar pantai melalui program kamtibmas perairan.

Masyarakat akan segera menginformasikan kepada Polairud terdekat jika melihat ada kapal nelayan asing yang mencuri ikan di perairan setempat, sehingga petugas Polairud bisa bekerja cepat untuk mengamankannya.

Sebelumnya, nelayan di sejumlah wilayah pesisir Pulau Halmahera, Maluku Utara, mengeluhkan maraknya aksi pencurian ikan di perairan wilayah itu yang dilakukan oleh nelayan asing seperti dari Filipina.

Guna mendukung tugas-tugas Polairud dalam mengawasi perairan Malut, pada tahun 2014 akan mendapat bantuan dua unit kapal dari Mabes Polri untuk mendukung operasional Polairud setempat dalam mengamankan perairan Malut dari berbagai tindak kriminal, terutama pencurian ikan oleh nelayan asing.

“Bantuan kapal berkecepatan 33 knot dengan kapasitas masing-masing 20 orang tersebut dijadwalkan tiba di Ternate pada Januari 2014,” katanya.

Kedua kapal tersebut akan ditempatkan pada dua lokasi di Malut yakni di Kota Ternate dan satunya di Kabupaten Pulau Morotai yang nantinya akan diarahkan untuk melakukan operasi pengamanan di perairan Pulau Morotai, Halmahera Utara, Halmahera Tengah dan Halmahera Timur. (MD/Ant)