Serapan Anggaran di Tujuh SKPD Tak Capai Target

beritajakarta.com

Balaikota, Sayangi.com – Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengungkapkan adanya tujuh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang tidak berhasil mencapai target serapan anggaran yang telah ditentukan sebelumnya. Namun, alasan yang disampaikan masih bisa diterima yakni karena sulitnya pembebasan lahan.

Sebelumnya, sejak awal Jokowi menekankan agar masing-masing SKPD mampu menyerap anggaran sebesar 90-97 persen hingga akhir tahun. Sayangnya, Jokowi enggan menyebut ke-7 SKPD yang dimaksud tersebut. Tercatat, hingga 23 November 2013 penyerapan anggaran baru mencapai 71,17 persen. “Ada tujuh dinas yang sudah lapor ke saya dan menyerah,” ujar Jokowi di rumah dinasnya, Jl Taman Suropati No 7, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (25/12). 

Dicontohkan Jokowi, salah satu SKPD seperti Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta yang mengalami kesulitan dalam pembebasan dan pembelian lahan untuk difungsikan menjadi ruang terbuka hijau (RTH). 

Selain itu, disebutkan juga Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta. Kendala yang dihadapai pun sama, yakni kesulitan mengurusi pembebasan lahan ditambah dengan lelang tender yang memakan waktu lama karena ada proses sanggah-menyanggah. 

“Yang paling penting, SKPD bisa mencapai target penyerapan di atas 90 persen. Soalnya, kemarin tahun 2012 itu penyerapan Jakarta termasuk yang paling kecil di Indonesia, cuma 82 persen,” kata Jokowi.

Akibat tingginya nilai anggaran yang tidak terserap, sisa lebih penggunaan anggaran (Silpa) APBD DKI 2013 diprediksi mencapai lebih dari Rp 7 triliun. Dana tersebut akan dialokasikan pada APBD 2014 untuk pembangunan infrastruktur lainnya.

Ke depan, kata Jokowi, Pemprov DKI akan menerapkan sistem e-budgeting dalam penyusunan anggaran. Hal itu untuk meminimalisir adanya penyalahgunaan anggaran. Diharapkan angka penyerapan semakin meningkat apabila tender cepat dan pengadaan barang melalui e-catalog berjalan sesuai rencana. (MD/BJ)

Berita Terkait

BAGIKAN