Pencari Kayu di Trenggalek Hilang Terseret Banjir

Trenggalek, Sayangi.com – Seorang pencari kayu bernama Wagiyo (80), warga Desa Wonocoyo, Kecamatan Panggul, Trenggalek, Jawa Timur dilaporkan hilang terseret arus sungai yang meluap hingga menyebabkan banjir bandang pada tiga desa di wilayah tersebut, Rabu (25/12).

Kapolsek Panggul AKP Solichin di Trenggalek, Rabu, mengatakan polisi, TNI serta puluhan warga hingga saat ini melakukan pencarian korban, namun belum berhasil menemukan keberadaannya.

“Begitu menerima laporan dari perangkat desa setempat, kami langsung melakukan penyisiran di sepanjang sungai, namun karena kondisi arus cukup deras dan keruh, sehingga cukup menyulitkan,” katanya.

Insiden itu bermula sekitar pukul 15.00 WIB, korban bersama tujuh warga lainnya berada di sekitar sungai untuk berburu kayu yang hanyut terbawa arus banjir (luapan air sungai).

“Saat itulah, si Wagiyo ini mengetahui ada kayu yang lumayan besar, sehingga ia berusaha untuk mengambilnya, namun karena arus yang terlalu kuat korban terbawa arus sungai,” ujarnya.

Sebelumnya, sejumlah warga yang ada di sekitar lokasi kejadian telah mengingatkan korban untuk tidak ikut-ikutan mencari kayu bakar, namun peringatan itu tidak digubris Wagiyo.

Namun, hingga menjelang larut malam, keberadaan korban tak kunjung ditemukan. Polisi akhirnya menghentikan sementara proses pencarian karena kondisi telah gelap. Petugas berencana melanjutkan penyisiran di sepanjang aliran sungai, Kamis (26/12) pagi.

“Meskipun demikian, sejumlah warga masih menunggui beberapa titik, siapa tahun korban diketemukan,” imbuhnya.

Sebelumnya, banjir bandang menerjang empat desa di Wilayah Kecamatan Panggul. Ratusan rumah penduduk terendam banjir hingga ketinggian lebih dari satu meter.

Peristiwa tersebut juga menyebabkan salah satu akses menuju jembatan di penghubung desa di Desa Ngrencak terputus total.

Dilaporkan, dalam sehari pada puncak perayaan Natal di Trenggalek ratusan rumah yang tersebar di enam desa dua kecamatan terendam banjir akibat hujan deras mengguyur daerah pesisir selatan Jawa Timur tersebut selama lebih dari enam jam.

Selain faktor hujan deras yang menyebabkan air sungai meluap ke perkampungan, pergerakan air ke wilayah pemukiman diduga akibat jebolnya sejumlah tangkis pengendali banjir.

Di Kecamatan Pangggul, empat desa yang diterjang air bah adalah Desa Nglebeng, Kertosono, Wonocoyo dan Bodag. Sedangkan untuk Kecamatan Trenggalek di Kelurahan Tamanan dan Kelutan.

Genangan banjir di wilayah Panggul mulai terjadi pukul 08.30 WIB dengan ketinggian air mencapai lebih dari satu meter, sehingga menyebabkan aktifitas perekonomian sebagian warga lumpuh total. (Ant)

Berita Terkait

BAGIKAN