Kohati HMI Cabang Malang ‘Melawan Lupa’ Pahlawan Peradaban

Foto: sayangi.com/Istimewa

Malang, Sayangi.com – Suasana hangat Hari Ibu masih terasa hingga saat ini. Walaupun curah hujan akhir-akhir ini meningkat di Kota Bunga, Malang, tidak menyurutkan langkah beberapa kader perempuan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) atau yang lazim dikenal Korps HMI-Wati (Kohati) untuk berikhtiar demi kebaikan terhadap sesama. Salah satu bentuk ikhtiar ini, Kohati menjalani peran sebagai pembina masyarakat islam yaitu ‘melawan lupa’ pada pahlawan peradaban, sebutan bagi para ibu dan nenek (lansia).

Hal ini dilakukan Kohati HMI Cabang Malang melalui kegiatan Kohati in Action bertema “kohati Peduli Lansia” yakni bakti sosial beserta observasi kehidupan lansia di panti jompo, tepatnya di Pondok Lansia Al-Ishlah kota Malang. Kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian bentuk aksi peduli Kohati HMI Cabang Malang dalam merespon isu-isu keperempuanan.

“Ide kegiatan Kohati peduli lansia ini berangkat dari keprihatinan kami, para perempuan HMI di Malang terhadap perempuan yang sedang menjalani masa lansia. Mereka seolah-olah ‘terbuang’ dari keluarga yang pernah diasuhnya hanya karena dianggap merepotkan saja. Mereka adalah para ibu, pahlawan peradaban bagi kami yang tidak sepantasnya ‘ditelantarkan’ seperti itu,” ujar Ketua Umum Kohati HMI Cabang Malang, Endahing.

“Kami di sini tidak hanya bakti sosial hanya untuk memperingati hari Ibu, akan tetapi juga observasi permasalahan perempuan lansia di panti jompo.”

Acara ini dilaksanakan selama empat hari, yakni dari 21-24 Desember 2013, diawali dengan penggalangan dana. Penggalangan dana ini dilakukan bersama HMI-Wan pada akhir pekan di Perempatan Kayutangan dan Ijen Car Free Day.

“Alhamdulillah, hasilnya kami rupakan sembako yang diserahkan ke pihak yayasan hari Selasa pada puncak kegiatan. Kami memilih Al-Ishlah karena satu-satunya panti jompo muslim khusus perempuan di kota ini, dan kondisi eyangnya juga memprihatinkan.” kata Arum, selaku koordinator tim.

Endahing menuturkan bahwa kaum lansia perlu mendapatkan kepedulian dari semua elemen masyarakat yang menganggap panti jompo adalah solusi paling efektif untuk lepas tangan untuk merawat lansia. Menaruh lansia di panti jompo kata dia, bisa mengurangi kebahagiaan dan semangat hidupnya. Sedangkan, para lansia masih memiliki potensi yang dapat digali.

“Fenomena para perempuan lansia kontras dengan kondisi perayaan hari Ibu yang diperingati setiap tahunnya. Misi dasar adanya hari ibu di Indonesia yakni mengenang jasa pejuang perempuan untuk meningkatkan kesejahteraan kaum perempuan dan anak-anak. Bukan sekedar ucapan terimakasih atas motherhood, seperti yang dirayakan di negara-negara Barat,” jelasnya.

“Minimal turut memberikan secercah harapan dan kebahagiaan bagi para perempuan lansia di panti cukup membuktikan bahwa masih ada yang peduli dengan mereka, dan inilah salah satu ikhtiar kami menorehkan senyuman di wajah para pahlawan peradaban yang ‘terlupakan’.”

Berita Terkait

BAGIKAN