2 Tahun Tunjangan Sertifikasi Guru di NTT Tak Dibayarkan

Foto: Sayangi.com/EmmanMG

Maumere, Sayangi.com – Dugaan korupsi tunjangan sertifikasi guru muncul di Kabupaten Maumere, Nusa Tenggara Timur. Indikasi tersebut muncul karena guru-guru yang telah dinyatakan lulus dan memperoleh sertifikat hingga kini belum menerima tunjangan yang dijanjikan.

Salah satu korbannya adalah Serly M. A Laurensi. Diceritakannya, ia mengukuti sertifikasi pada Juli tahun 2012 dan telah dinyatakan lulus dan sudah mendapatkan SK Sertifikasi guru 18 April 2013. Sampai dengan saat ini tunjangan tiga tahap yang dijanjikan belum diterimanya.

“Saya sudah ke kantor dinas PPO kabupaten Sikka dan ke Bank NTT cabang Maumere untuk menanyakan kejelasan dana yang harus kami terima. Tetapi malah mereka sepertinya saling lepas tanggungjawab,” ujar Serly kepada Sayangi.com, Kamis (26/12).

Menurut Serly, hal ini bukan hanya dialami oleh dirinya saja. Akan tetapi masih banyak korban lain yang sampai saat ini belum mendapatkan kejelasan tentang kapan dan tunjangan seritifikasi itu bisa dicairkan.

Seperti yang diketahui, untuk memenuhi kebutuhan akan guru yang profesional, Kemendiknas menyelenggarakan program sertifikasi guru di seluruh Indonesia. Untuk kebutuhan tunjangan guru, Kemendiknas menggangarkan Rp 43 triliun yang akan diberikan kepada para guru yang mengikuti sertifikasi. Di tahun 2014 alokasi anggaran tunjangan profesi guru tahun depan naik drastis, yakni Rp 60,54 triliun.

Disinyalir bahwa kasus tidak jelasnya pencairan dana tunjangan ini terjadi di seluruh Indonesia. Dari pantauan Sayangi.com, kasus serupa terjadi di seluruh kabupaten kota di NTT.

Ada masalah keterlambatan dan nominal yang tidak sesuai. Kasus-kasus itu muncul untuk jenis tunjangan profesi dengan skema transfer ke pemerintah daerah. Skema itu dipakai untuk membayar tunjangan profesi guru PNS.(GWH)