Semen Bosowa Bangun Pelabuhan Senilai Rp 700 Miliar

Foto: bosowa.co.id

Barru, Sayangi.com – Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa meresmikan dimulainya (ground breaking) pembangunan fasilitas Terminal Pengepakan Semen dan pelabuhan senilai Rp 700 miliar di Barru, Sulawesi Selatan, Kamis (26/12).

Hatta Rajasa didampingi Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh, Pendiri Bosowa Grup, HM Aksa Mahmud, CEO Bosowa, Erwin Aksa, Bupati Barru A Idris Syukur. Dalam sambutannya, Hatta memuji Aksa Mahmud sebagai tokoh yang luar biasa dan puncak keberhasilan seorang bapak adalah kalau bisa menghasilkan generasi tangguh seperti Erwin Aksa, tokoh muda berprestasi yang menjadi aset bangsa.

“Banyak kisah sukses, ada keluarga Bakrie, keluarga Haji Kalla dan lain-lain. Namun ada pula kepemimpinan bisnis yang hanya bertahan satu generasi. Karena itu pembelajaran hari ini adalah bagaimana membangun generasi yang tangguh,” katanya. Hatta mengatakan, pembangunan pelabuhan dan sejumlah fasilitas lainnya untuk mendukung operasional Semen Bosowa, namun lebih dari itu adalah untuk kepentingan masyarakat pada umumnya.

“Kami bertekad menjadikan Pelabuhan Barongkong, Barru, sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Desember ini kami sudah menandatangani Bitung (Sulut) dan Palu sebagai KEK. Kala aturannya sudah terpenuhi maka akan segera diwujudkan,” katanya. Dia mengatakan, yang dikerjakan Bosowa Corporindo adalah dukungan sektor swasta dalam pembangunan terutama untuk mempercepat pembangunan pada enam koridor di Indonesia.

“Sebelum MP3I 60 persen investasi dilakukan di Pulau Jawa. Untuk mendorong pembangunan di luar Pulau Jawa dengan memberikan insentif pajak dan sejumlah kemudahan. Saat ini investasi sudah Rp 828 Triliun, 67 persen diantaranya di luar Pulau Jawa,” katanya.

Hatta mengatakan, anggaran yang digunakan untuk pembangunan infrastruktur selama 2013 mengalami peningkatan 6,7 persen dibanding tahun sebelumnya. Anggaran dari APBN mencapai Rp 200 Triliun, pembangunan infrastruktur dari BUMN Rp 150 Triliun, sedangkan dari APBD Rp 100 Triliun “Kalau pembangunan infrastruktur sudah diatas Rp 500 Triliun, maka dunia luar akan melihat Indonesia sebagai negara maju, karena alokasi tersebut sudah lima persen diatas GDP,” kata Hatta Rajasa.

Sementara itu Erwin Aksa mengatakan proyek ini menelan investasi Rp 700 miliar. Investasi ini untuk pembangunan jetty untuk pengiriman klinker, dermaga kapal atau tongkang, dermaga kapal kecil untuk pengiriman semen, gudang, terminal pengepakan semen beserta silo penyimpanan semen. “Fasilitas ini juga menjadi hub untuk menghindari antrian pembebanan kapal untuk semen dan klinker untuk ekspor. Klinker terutama akan didistribusikan ke stasiun penggilingan lain Bosowa yang terletak di berbagai pulau lain di Indonesia,” katanya.

Erwin mengatakan fasilitas ini akan mendorong perluasan industri di luar Kota Makassar yakni berada sekitar 107 kilometer sebelah barat Makassar atau lima kilometer dari Barru Desa dan 60 kilometer dari Pabrik Semen Bosowa di Maros, Sulawesi Selatan.

Menurut Erwin, nantinya di daerah ini akan berdiri empat silo semen masing-masing berkapasitas 20.000 ton. Fasilitas ini digunakan untuk menampung semen dari Pabrik Semen Bosowa untuk selanjutnya dikirim dengan tujuan antar pulau atau ekspor. (MSR/ANT)

Berita Terkait

BAGIKAN