Sepanjang 2013 di Jaktim Tercatat 99 Tewas Akibat Lakalantas

beritajakarta.com

Jakarta, Sayangi.com – Rendahnya tingkat disiplin pengendara kendaraan bermotor dalam berlalu lintas menjadi salah satu penyebab tingginya kasus kecelakaan lalu lintas di wilayah Jakarta Timur. Bagaimana tidak, sepanjang tahun 2013 tercatat sebanyak 773 kasus kecelakaan di wilayah tersebut yang menyebabkan 99 orang meninggal, 187 luka berat, dan 623 orang mengalami luka ringan. Sebagian besar kecelakaan disebabkan kelalaian pengendara, baik karena mengantuk maupun menggunakan telepon genggam sambil mengemudi.

Selain merenggut korban jiwa dan luka, kecelakaan lalu lintas tersebut juga menimbulkan kerugian materi sebesar Rp 2,843 miliar. Angka ini juga menurun dibanding tahun 2012 yang mencapai Rp 3,510 miliar. 

Kemudian dari kecelakaan tahun 2012 maupun 2013, jumlah kasus yang sampai ke penuntut umum masing-masing sebanyak 33 kasus. Kemudian yang sampai ke pengadilan negeri Jakarta Timur, pada tahun 2012 sebanyak 413 kasus dan tahun 2013 ada 366 kasus. Untuk kasus yang sampai batas SP3 (surat perintah penghentian penyelidikan), pada tahun 2012 ada 55 kasus dan tahun 15 kasus.

Namun demikian, kasus kecelakaan sepanjang tahun ini menurun dibanding tahun lalu yang mencapai 1.039 kasus dengan 139 orang meninggal, 164 mengalami luka berat, dan 924 orang luka ringan.

“Kami berharap kasus kecelakaan lalu lintas terus mengalami penurunan. Di sini perlu kesadaran para pengendara agar mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan lebih berhati-hati dalam berkendara,” ujar AKP Agung B Leksono, Kanit Laka Satwil Lantas Jakarta Timur, Kamis (26/12).

Untuk menekan kasus kecelakaan lalu lintas di wilayahnya, kata Agung, pihaknya melakukan rutin melakukan sosialisasi tentang tertib berlalu lintas. “Setiap hari Senin, kami datangi sekolah-sekolah untuk sosialisasi tata cara berlalu lintas yang baik, aman, dan nyaman,” ujar Agung.

Selain itu, pihaknya juga memberikan edukasi kepada korban kecelakaan yang selamat untuk mencegah peristiwa serupa terulang kembali di kemudian hari. “Kita juga rutin menggelar razia atau operasi agar pengendara tertib dalam berlalu lintas,” ungkapnya.