Ini Dia 7 Serba-Serbi Tentang Tari Striptis

youtube.com

Jakarta, Sayangi.com – Tari striptis bukan hal baru di Jakarta dan kota-kota besar lainnya di Indonesia. Di kawasan Glodog, setidaknya hingga setahun lalu sangat mudah ditemukan di sejumlah klub malam, hanya dengan membayar cover charges Rp 400-an ribu.

Namun ternyata, tari striptis meskipun sudah menjamur sejak akhir 1960-an hingga sekarang, namun baru pertama kali dikenalkan ke publik pada 1964 di Amerika Serikat. Berikut ini 7 serba-serba tari striptis yang bersumber dari baguseven ‘blog :

1. Penari striptis tanpa bra pertama di Amerika tampil pertama kali 9 Juni 1964 di Condor Night Club di San Francisco. Penari tanpa celana muncul lima tahun kemudian di klub yang sama. Tarian tiang belum ada hingga 1968.

2. Ada lebih dari 5.000 klub striptis di Amerika. Orang Amerika menghabiskan waktu lebih lama di klub striptis daripada pertunjukkan teater, opera, balet, jazz dan klasik.

3. Rata-rata penari striptis berumur 24 tahun. Tujuh dari sepuluh adalah orang kaukasus. Sembilan dari sepuluh akan diperkosa setidaknya satu kali saat bekerja. Sembilan dari sepuluh adalah pelajar atau janda.

4. Bayaran bisa berbeda-beda tergantung daerah. Bayaran per jam bisa $7 sampai $60. Rata-rata pendapatan pegawai adalah $50.000 per tahun, pendapatan penari striptis $25.000 sampai $180.000 per tahun.

5. Penelitian menunjukkan penari striptis mendapatkan uang lebih banyak saat mereka ovulasi.

6. Penari striptis yang melakukan operasi pembesaran payudara bisa mendapat potongan pajak dengan mengklaim itu untuk urusan pekerjaan.

7. Kejuaraan menari di tiang dunia terakhir kali diadakan di Tokyo. Diikuti oleh 11 negara termasuk Amerika, Rusia dan Australia. Pesertanya tidak hanya wanita, pria juga ikut. (MD/baguseven ‘blog)