Mantan PM Ukraina Mendesak Pengunjuk Rasa untuk ‘Bertindak’

Kiev, Sayangi.com – Mantan Perdana Menteri Ukraina yang dipenjara Yulia Tymoshenko meminta demonstran oposisi untuk “Bangkit dan Bertindak” setelah insiden pemukulan seorang wartawan investigasi dekat Kiev.

Tetyana Chornovil (34), seorang jurnalis terkenal yang menulis untuk situs web oposisi Ukrainska Pravda, dipukuli dengan kejam 24 Desember malam di luar ibukota Ukraina.

Sang wartawan sedang mengemudi menuju Kiev ketika dia menyadari sedang diikiuti oleh mobil lain.

“Pengemudi mobil yang mencurigakan itu mulai mendorongnya ke samping. Ketika ia berhenti, beberapa orang yang mengikutinya memecahkan jendela belakang mobilnya, menariknya keluar dan mulai memukulinya, ” kata polisi dalam sebuah pernyataan.

“Setelah itu ia dilemparkan ke dalam parit,” kata polisi, yang menambahkan bahwa ia ditemukan di samping kendaraan tak lama setelah tengah malam.

Serangan pada Chornovil, yang dikenal laporan kritisnya tentang Presiden Ukraina Viktor Yanukovych dan otoritas tinggi di negeri itu, memicu kemarahan oposisi, yang tengah berkonfrontasi dengan Presiden Yanukovych.

“Saya ingin bertanya, apakah Anda benar-benar percaya bahwa setelah pertarungannya di Maidan melawan geng yang berkuasa dia kebetulan dipukuli oleh hooligan seperti dikatakan oleh keterangan resmi pemerintah?” kata Tymoshenko dalam sebuah pernyataan.

“Jika kita percaya pada kekuatan kita, jika kita memiliki martabat, jika kita tidak tercerai berai dan kita tidak akan menyerah, maka kita harus bangkit dan bertindak! Jangan mengubah Maidan menjadi hanya tempat pesta trendi, ” tambah mantan perdana menteri itu.

Chornovil sendiri mengatakan dalam komentar video yang diposting di situs Ukrainska Pravda bahwa setidaknya dua penyerang menyerangnya, “Saya mulai berlari, mereka mulai mengejar saya,” tambahnya.

“Mereka memukuli kepala saya, mereka tidak mengatakan apa-apa, mereka hanya memukul,” kata wanita 34 tahun itu.

Presiden Yanukovych mengecam penyerangan itu dan memerintahkan Menteri Dalam Negeri Vitali Zakharchenko untuk segera menangkap para penyerang.

Ratusan pengunjuk rasa pada hari Rabu, (25/12), berkumpul di depan kantor menteri dalam negeri, menyerukan pengunduran dirinya atas kebrutalan polisi dan korupsi. Namun, Yanukovych menolak memecatnya.

Bulan lalu, Yanukovych menolak untuk menandatangani kerjasama perdagangan dan kesepakatan dengan Uni Eropa yang memicu protes jalanan besar oleh pendukung oposisi, yang menginginkan Ukraina lebih dekat dengan Uni Eropa dan menjauhkan diri dari Rusia. (FHR/PTV)

Berita Terkait

BAGIKAN