Pembobol Akun FB-nya Tertangkap, Inilah Cerita Hajriyanto

Foto: screenshot facebook

Jakarta, Sayangi.com – Tersangka pelaku pembobol akun Facebook Wakil Ketua MPR RI Hajriyanto Y. Thohari telah tertangkap. Tersangkanya bernama Nuhamdi Irawan Pulungan, berusia 29 tahun.

Bagaimana apresiasi dia terhadap aparat Polda Metro Jaya yang telah bekerja keras menangkap tersangkanya? Siapa saja yang telah menjadi korban pemerasan tersangka dengan mengatasnamakan Hajriyanto? Berikut penuturan Hajriyanto yang disampaikan kepada Sayangi.com, Kamis (26/12) malam.

Saya berterima kasih kepala Polri, khususnya Polda Metro Jaya, yang telah menindaklanjuti laporan saya bahwa facebook (FB) saya dibajak (hack) dan digunakan oleh pelaku hack untuk melakukan penipuan dengan meminta pulsa secara luas. Saya melapor karena pembobol akun telah menggunakannya untuk tindak penipuan, yaitu atas nama saya meminta transfer pulsa dan lain-lainnya kepada teman-teman saya atau orang-orang yang diduga kenal saya. Korbannya sudah sangat banyak, bahkan ada yang mencapai jutaan rupiah.

Karena itulah saya melaporkan ke Polisi. Dan saya bangga kepolisian ternyata bergerak cepat dan sangat canggih sehingga dapat mengendus pelakunya dan sekaligus menangkapnya dalam waktu singkat. Saya salut dan memberikan penghargaan yang sangat tinggi kepada Kapolda Metro Jaya Mayjen Pol. Putut Eko Bayu Seno dan para perwiranya. Selamat Polri!

Awal Desember lalu begitu tahu fb dan email saya di-hack, saya biarkan saja. Tetapi begitu mulai ada beberapa korban penipuan yang memberi tahu saya untuk minta konfirmasi, saat itulah saya ambil keputusan lapor Polisi. Sebab, korbannya sudah sangat banyak dan meluas.

Proses pelacakan terus dilakukan oleh Polda Metro Jaya. Dan saya lega dengan ditangkapnya pelaku pembobolan tersebut. Saya menyerahkan sepenuhnya pada Polri untuk penyelesaian kasus ini. Saya sih terserah polisi saja. Menurut polisi, kalau korban penipuannya sudah banyak dan berupa uang begitu,  sudah hack dan crack. Korban-korbannya antara lain saudara saya bernama Dr. Hanim Bandung Rp 1,8 juta, Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jambi Rp 800.000, dan Afza (mahasiswa di Madinah) Rp 600.000. Ada juga Sudiro Colomadu, Tika di Sukoharjo yang telah melaporkan kepada saya menjadi korbannya.

Apakah praktik itu bisa disebut iseng kalau chatt-nya dengan calon-calon korban begitu canggih? Ada beberapa teman yang curiga lalu mengajukan pertanyaan-pertanyaan menguji. Jawaban-jawaban yang disampaikan tersangka itu  canggih banget kok. (S2)