Ini Dia Tarif Premi, Biaya Klaim, dan Komisi Asuransi 2014

Foto: Sayangi.com/Emil

Jakarta, Sayangi.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menelurkan keputusan penting di bidang asuransi, dengan menetapkan batas-batas untuk tarif premi asuransi (properti, banjir, dan kendaraan bermotor), biaya klaim resmi, dan batas maksimal komisi untuk agen dan pialang asuransi.

Aturan yang mengikat semua perusahaan asuransi, baik asuransi konvensional maupun asuransi syariah ini bakal diberlakukan mulai 1 Februari 2014, untuk asuransi kebakaran dan asuransi banjir. Sedangkan tarif premi asuransi kendaraan bermotor ditetapkan berlaku mulai 1 Januari 2014 dengan waktu untuk sosialisasi hingga 28 Februari 2014.

Premi asuransi banjir ditetapkan mengikuti zonasi wilayah, dengan beragam dasar aturan. Misalnya ada wilayah yang preminya dihitung berdasarkan tingkat ketinggian air pada saat terjadinya banjir, namun ada juga yang dihitung berdasarkan frekuensi datangnya banjir.

Zonasi juga diberlakukan untuk premi asuransi kendaraan bermotor. Metode penghitungannya ditetapkan berdasarkan tiga wilayah: Sumatera dan kepulauan yang ada di sekitarnya, lalu Jakarta, Banten, Jawa Barat, serta seluruh Indonesia di luar wilayah yang sudah disebutkan sebelumnya. Selain itu, juga mempertimbangkan kelompok harga kendaraan, menyesuaikan dengan kehadiran mobil murah ramah lingkungan.

Sementara premi asuransi properti rata-rata naik 40% hingga 80% dibandingkan dengan premi umum saat ini. Tarif yang ditetapkan hanya meliputi tarif dasar untuk Polis Standar Asuransi Kebakaran Indonesia (PSAKI), di luar perluasan proteksi untuk risiko seperti banjir dan gempa bumi.

Selain tarif premi, kenaikan juga terjadi pada ongkos pengurusan klaim, yang naik dari Rp 200.000 menjadi Rp 300.000 per klaim.

Terakhir, OJK juga menetapkan batas komisi untuk pialang, agen asuransi, dan pihak lain yang berperan sebagai pemasar, seperti perbankan dan lembaga pembiayaan. Komisi maksimal untuk pemasaran produk asuransi properti dan asuransi banjir tersebut ditetapkan 15% dari nilai pertanggungan, sementara komisi maksimal untuk pemasaran produk asuransi kendaraan bermotor 25%. (MSR)

Berita Terkait

BAGIKAN