Satu Per Satu, Simpatisan Ikhwanul Muslimin Ditangkapi

Foto: BBC

Kairo, Sayangi.com – Demonstrasi masih kerap digelar, hampir setiap hari, baik oleh kubu pendukung Ikhwanul Muslimin maupun warga yang pro-pemerintah.

Namun setelah organisasi Ikhwanul Muslimin dinyatakan sebagai organisasi terlarang di Mesir, pihak berwenang mulai menangkapi warga yang terang-terangan menunjukkan diri sebagai simpatisan oraganisasi yang juga dicap sebagai teroris itu. Hingga detik ini, pihak berwenang Mesir sudah menangkap sedikitnya 16 pendukung Ikhwanul Muslimin.

Diantara mereka yang ditangkap kemarin, termasuk putra seorang petinggi Ikhwanul Muslimin yang digulingkan dari kekuasaan ketika militer menggusur Presiden Mohamed Morsi Juli lalu. BBC mengutip Kantor Berita Mesir, MENA, melaporkan ke-16 pendukung Ikhwanul Muslimin ditangkap itu dicurigai menyebarkan ideologi kelompok dan menyulut kekerasan terhadap militer dan polisi.

Kemarin (25/12) Pemerintah menyatakan Ikhwanul Muslimin sebagai kelompok teroris, sebagai tanggapan atas serangan bunuh diri sehari sebelumnya di Delta Nil yang menewaskan 16 orang. Kelompok tersebut dituduh sebagai pelaku serangan.
Juru bicara Kementerian Dalam Negeri memperingatkan bahwa semua orang yang mengambil bagian dalam protes Ikhwanul Muslimin akan ditindak tegas.

“Hukumannya bisa berupa hukuman mati bagi mereka yang memimpin organisasi,” kata Hani Abdel Latif. Penangkapan terbaru pendukung Ikhwanul Muslimin terjadi pada hari yang sama dengan serangan bom di bus di ibukota Kairo yang menyebabkan lima orang luka-luka, termasuk satu luka kritis. Aksi ini merupakan sebagai serangan bom pertama terhadap warga sipil. (MSR)