Capres di Atas 60 Tahun Peluang Menangnya Kecil

Sayangi.com/Istimewa

Jakarta, Sayangi.com – Direktur Eksekutif Political Communication Institute Heri Budianto menilai calon presiden berusia muda lebih populer dan memiliki peluang lebih untuk memenangkan Pemilu Presiden 2014.

“Ada banyak figur yang masuk dalam bursa calon presiden menghadapi Pemilu Presiden 2014. Figur-figur tersebut ada yang berusia tua tapi ada juga yang berusia muda,” kata Heri Budianto pada diskusi “Menakar Peluang Capres Muda” yang diselenggarakan Political Communication Institute di Jakarta, Jumat (27/12).

Pembicara lainnya pada diskusi tersebut adalah Ketua DPP Partai Golkar Priyo Budi Santoso, Ketua Umum Partai Bulan Bintang MS Kaban, serta Ketua DPP Partai Hanura Fuad Bawazier.

Heri Budianto mengatakan calon presiden yang berusia 60 tahun atau lebih dinilai sebagai calon presiden tua, sedangkan yang berusia kurang dari 60 tahun adalah calon presiden muda.

Staf pengajar ilmu komunikasi pada Universitas Mercu Buana Jakarta ini juga menilai terhadap figur calon presiden berusia 60 tahun ke atas adalah kesempatan terakhir untuk tampil sebagai calon presiden.

“Jika calon presiden berusia tua ini masih juga ingin tampil pada pemilu presiden tahun 2019, peluangnya sudah semakin kecil,” katanya.

Persoalannya, menurut Heri, di internal partai politik terjadi oligarki dan feodalisme, ketua umum partai politik memiliki kekuasaan sangat besar.

Dengan kekuasaannya, kata dia, ketua umum memiliki kewenangan untuk menentukan figur calon presiden yang akan diusung oleh partai politik tersebut.

Ia mencontohkan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie mengusung dirinya sendiri sebagai calon presiden meskipun pengusungan tersebut melalui forum resmi rapat kerja nasional.

Heri juga mencontohkan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, yang merupakan kader PDI Perjuangan, popularitasnya tinggi hingga melampaui popularitas calon presiden lainnya. Namun, Ketua Umum PDI Perjuangan yang masuk dalam kategori calon presiden berusia tua belum merelakan Joko Widodo yang berusia muda untuk diusung sebagai calon presiden.

Sementara itu, Ketua DPP Partai Hanura Fuad Bawazier menyatakan tidak sependapat dengan dikotomi calon presiden tua serta calon presiden muda.

Menurut dia, menilai calon presiden sebaiknya tidak dilihat dari usia, tapi dari kompetensi serta kemampuannya mengatasi berbagai tantangan bangsa ke depan. (MD/Ant)