Selama 2013, DKP Bantul Tebar 251 Ribu Benih Ikan

Sayangi.com/Doc

Bantul, Sayangi.com – Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, sepanjang 2013 telah menebar sebanyak 251 ribu bibit berbagai jenis ikan di perairan umum wilayah setempat.

“Total ada sekitar 251 ribu ekor bibit ikan yang telah kami tebar, kegiatan ini sebagai upaya dinas untuk menjaga ekosistem sekaligus memulihkan populasi ikan,” kata Kepala Bidang Bina Usaha dan Pengawasan Pengendalian DKP Bantul, Yuswarseno, Minggu (29/12).

Menurut dia, penebaran kembali ribuan bibit ikan atau “restoking” tersebut menyasar di seluruh wilaayah kecamatan di Bantul, baik di sungai maupun genangan air yang berpotensi terhadap pengembangbiakan dan kelangsungan ekosistem ikan.

“Lokasi penebaran ikan tidak terpusat pada satu wilayah, namun menyebar di semua wilayah tergantung hasil kajian kami. Sedangkan untuk jenis ikan beragam mulai nila, tawes maupun lele,” katanya.

Ia mengatakan, selain sesuai kajian, perairan umum yang menjadi sasaran penebaran ikan mendasarkan pada permohonan dari masyarakat yang masuk ke instansinya dan setelah dilakukan verifikasi proposalnya.

Namun demikian, ketika disinggung terkait kendala dalam upaya menjaga ekosistem ikan, ia mengatakan, maraknya penangkapan ikan dengan setrum maupun racun menjadi faktor utama yang menghambat perkembangbiakan dan populasi ikan.

“Kami masih kesulitan untuk menangani masyarakat yang menangkap dengan setrum maupun racun, karena biasanya melakukannya saat malam hari, padahal kegiatan itu bisa mengakibatkan ikan kecil pada mati,” katanya.

Oleh sebab itu, kata dia pihaknya mulai membentuk kelompok pengawas masyarakat (pokwasmas) dengan melibatkan masyarakat kawasan perairan umum tersebut, dengan harapan bisa menjaga dan turut mencegah maraknya penangkapan ikan dengan setrum dan racun.

“Kami sangat terbantu dengan adanya pokwasmas, karena setidaknya bisa meminimalisir kegiatan penyetruman ikan. Bahkan di sejumlah tempat kami pasang papan larangan. Boleh menangkap ikan tapi dengan memancing,” katanya. (MD/Ant)