Tega, Setelah Digauli, Pria Ini Menjual Pacarnya Rp500 Ribu

Foto: spyr.is

Palembang, Sayangi.com – Seorang salesman roda dua Ramadan (19) warga Jalan Sukabun II, Kecamatan Sukarami, Palembang terpaksa dibekuk satuan reskrim Polresta Palembang. Selain dibekuk polisi, ia juga terancam gagal menikah karena terbukti melakukan penjualan manusia atau human trafficking terhadap Mawar (17), bukan nama sebenarnya, kepada seorang bos pemilik salah satu showroom berinisial T.

Diceritakan pelaku, kejadian berawal ketika dirinya berkenalan dengan korban Mawar lewat jejaring social Facebook. Dari perkenalan itu lalu menjalin hubungan cinta meski memang dirinya sendiri telah memiliki kekasih hati yang akan dinikahinya pada 2014 mendatang.

“Setelah saya pacari Mawar (korban) dan pernah melakukan hubungan layaknya suami istri tanpa paksaan di salah satu penginapan kawasan Kenten, Palembang,” ujarnya.

“Kemudian selang beberapa waktu, Mawar bercerita tengah membutuhkan uang, dari situ saya berniat membantu dengan cara menjualnya ke salah satu rekan saya.”

Setelah itu kata dia, ia langsung menghubungi bos showroom motor berinisial FK. Ramadhan sendiri mengaku pernah bekerja di showroom tersebut.

“Dari FK dia menghubungi temannya yang juga bos shoowroom motor berinisial (TT), saya jual awalnya Rp 1 juta, lalu ditawar Rp 500 ribu,” cetusnya.

Setelah transaksi berlangsung, lantas korban dan pelaku membuat janji di sebuah penginapan dikawasan Kenten.

“Ketika mereka usai melakukan hubungan badan, saya langsung antar pulang,” tambahnya.

Tak diduga oleh tersangka, Mawar ternyata menceritakan kejadian tersebut kepada keluarganya. Merasa tak terima tersangka langsung dilaporkan polisi, dan langsung dibekuk saat berada di kediaman tersangka.

“Saya lagi tidur, langsung ditangkap dan dibawa ke sini, hancur sudah harapan saya untuk menikahi pacar saya tahun depan, entahlah bagaimana nanti jadinya,” ucap tersangka ini sembari menundukkan wajahnya.

Sementara itu menanggapi kasus tersebut, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Palembang, Komisaris Djoko Julianto mengatakan, tersangka ditangkap atas laporan keluarga korban karena telah melakukan perdagangan manusia.

“Dua orang yang merupakan bos shoroom berinisial T dan F juga akan kita periksa. Jika memang terbukti, mereka juga bisa dijerat hukum Undang-Undang Perlindungan Anak, sebab korban masih berusia 17 tahun,” tegas Djoko. (MI).