Bagaimana Cara Melacak Bahan Peledak Sebelum Meledak?

Ilustrasi foto: deutschewelle

Berlin, Sayangi.com – Bahan peledak memegang peranan penting dalam serangan teror di seluruh dunia. Peneliti dari sebuah institut teknologi di Jerman baru-baru ini mengadakan penelitian untuk mendukung polisi dalam pencarian bahan peledak, sebelum bom itu meledak.

Kasus serangan teror dengan bahan peledak di seluruh dunia terus meningkat. Itu karena bahaya ledakan bom rakitan sulit diprediksi oleh para pakar bahan peledak. Untuk mencegah hal terburuk, para pakar bom memerlukan informasi cepat terkait sifat bahan peledaknya.

Pakar bahan peledak Dirk Röseling dari Institut Fraunhofer ICT memaparkan, bahan peledak kadang sulit dibedakan. Misalnya, hanya tampak sebagai serbuk berwarna putih. Jika polisi menemukan serbuk mencurigakan, selalu muncul pertanyaan, unsur apa ini? Oleh sebab itu berguna jika ada alat untuk mengidentifikasinya.
 
Kini para penyidik Jerman meminta bantuan ilmuwan. Pasalnya, selalu muncul campuran baru bahan peledak. Röseling menjelaskan, sekarang polisi federal memesan pembuatan alat untuk menguji bahan peledak konvensional. “Sasarannya, mengetahui kehandalannya, serta apa yang harus diperhatikan para penjinak bom dalam operasi di lapangan,” ungkap Röseling.

Komposisi bahan peledak, juga bisa jadi petunjuk pada kelompok kriminal yang menggunakannya. Hanya mereka yang tahu ancaman apa yang mengintai, yang bisa secara terarah menyidik dan mencegah serangannya. “Dari setiap bahan peledak ada bahaya tertentu. Langkah pertama adalah karakterisasi dan identifikasi,” papar Röseling. Di institutnya, ada laboratorium yang bisa mengidentifikasi bahan peledak dengan pasti, untuk menegaskan praduga, semematikan apa bahan peledak itu.

Sebab, bukan hanya ilmuwan yang berkutat mengembangkan bahan peledak baru yang berkekuatan dahsyat. Juga penjahat menelitinya di laboratorium rahasia. Para peneliti dari Institut Fraunhofer ICT ingin melacaknya, yaitu lewat analisis air limbah.
 
Analis unsur peledak Moritz Heil menunjukkan instalasi ujicoba bagi proyek Uni Eropa, namanya Emphasis. Sasarannya, melacak pabrik bom ilegal di perkotaan. “Ide dasarnya, kawasan luas, tidak boleh dibiarkan tanpa pengawasan luas pula,” dijelaskan oleh Moritz Heil. Moritz Heil mengembangkan jejaring sensorik dengan bantuan beragam teknik. Jika ditemukan jejak bahan peledak di air limbah, ini merupakan bukti konkret adanya pabrik bom ilegal. Para penyidik juga hendak memasukkan udara dan tanah dalam analisis.

Di masa depan, jejaring ini akan melontarkan tanda bahaya, jika terukur adanya unsur dalam jumlah yang mencurigakan. Polisi bisa langsung bertindak, melacak asal mula unsur itu. “Targetnya, mendeteksi langsung dan handal bahan peledak, agar kehidupan jadi lebih aman,” papar Moritz Heil. Proyek ini baru pada tahap awal. Tapi targetnya jelas: melacak dan mengamankan bahan peledak, sebelum bahan peledak itu meledak. (MSR/DeutscheWelle)