KBRI Singapura Surati Majikan TKI, Minta Libur 6 April

Ilustrasi foto: Sayangi.com/Istimewa

Singapura, Sayangi.com – Kedutaan Besar RI untuk Singapura dikabarkan menyurati seluruh majikan Tenaga Kerja Indonesia di negeri jiran itu untuk memberikan libur pada 6 April 2014, agar bisa mengikuti Pemilu Legislatif.

“Tidak hanya agen tenaga kerja, kami juga akan menyurati seluruh majikan agar memberikan izin Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT)-nya untuk mengikuti Pemilu,” kata Duta Besar Indonesia untuk Singapura Andri Hadi di Singapura, Minggu (29/12) waktu setempat, seperti diberitakan oleh Kantor Berita Antara.

Surat yang akan dikirimkan lewat pos ke rumah-rumah majikan PLRT itu akan dikirimkan segera agar seluruh TKI yang berada di Singapura dapat menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2014. KBRI sengaja memilih waktu pencoblosan pada Minggu, 6 April 2014 dari rentang waktu yang disiapkan oleh KPU, yaitu antara 30 Maret hingga 6 April 2014. Karena biasanya majikan memberikan libur Penata Laksana Rumah Tangga setiap hari Minggu.

Hingga kini KBRI Singapura mendata 115 ribu TKI yang berada di Singapura masuk dalam Daftar Pemilih Tetap dari sekitar 200 ribu WNI yang berada di negara “Singa” itu. Pemilu di Singapura hanya akan dilaksanakan di Kantor KBRI yang terletak di 7 Chatsworth Road, Singapore – 249761. KBRI tidak menyiapkan tempat lain untuk memudahkan TKI yang berada jauh dari kantor kedutaan.

Pada Pemilu, KBRI akan buka mulai pukul 9.00 hingga 15.00 Waktu Singapura. “Tapi kalau masih banyak, kami siap buka sampai pukul 17.00 Waktu Singapura,” kata Dubes. KBRI menyiapkan lebih dari 50 tempat pemungutan suara untuk seluruh WNI memilih wakil rakyat dari daerah pemilihan luar negeri.

Di tempat yang sama, TKI asal Sukabumi, Nunik, mengatakan belum sempat mengecek Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Kantor Kedutaan Besar. Meski begitu ia mengatakan akan menyempatkan waktu untuk memilih calon anggota legislatif dalam Pemilu. “Pasti dong ikut. Itu kesempatan, jangan dibuang,” kata perempuan yang sudah 13 tahun bekerja di Singapura itu. Selama bekerja di Singapura, ia mengatakan belum pernah memilih anggota DPR atau pun Presiden di negeri jiran. Setiap kali waktu Pemilu, ia kebetulan berada di Indonesia. “Ini kali pertama. Mudah-mudahan bisa ikut, diizinkan majikan,” kata dia.

TKI lain, Argi asal Ambon, mengatakan enggan ikut Pemilu 2014. “Embassy (kedutaan) jauh dari rumah. Nak pergi pun tak tahu,” kata perempuan yang sudah bekerja empat tahun di Singapura itu. Ia mengatakan belum mengetahui perihal pelaksanaan Pemilu. Belum pernah menerima penerangan dan sosialisasi dari KBRI. “Saya ini ‘gaptek’, tapi kalau ada teman yang ikut, lihat nanti,” kata dia. (MSR)

Berita Terkait

BAGIKAN