Setelah ‘Cabe-Cabean’, Kini Muncul Istilah ‘Terong-Terongan’

Foto: Sayangi.com/Emma

Jakarta, Sayangi.com – Tidak hanya ramai dengan istilah cabe-cabean yang belakangan merebak dikalangan anak muda, kini muncul istilah baru, yakni terong-terongan. Jika pada istilah cabe-cabean melekat pada anak-anak baru gede alias (ABG) perempuan yang digunakan sebagai alat pemuas nafsu seksual yang dijadikan sebagai bahan taruhan pada balapan-balapan liar.Dengan kata lain, fenomena ini adalah cabe-cabean seks.

Sementara kata terong-terongan sendiri memiliki beberapa arti. Ada yang menyebutkan kalau terong-terongan adalah merupakan sebuah fenomena yang melanda remaja laki-laki usia belia yakni SMP dan SMA. Biasanya remaja laki-laki yang terkontaminasi terong-terongan ini umumnya anak STM dan suka tawuran, selain itu memiliki ciri gemar memakai topi berlekuk dan biasanya menaruh foto profil di jejaring sosial yang menampilkan dirinya sedang menghisap ganja.

Selain itu ada pula yang mengatakan kalau terong-terongan ini adalah para remaja laki-laki yang sekilas penampilannya tidak jauh berbeda dengan remaja putra normal lainnya. Hanya saja terong-terongan ini agak memiliki sedikit perbedaan secara psikologis, yakni bergaya kewanita-wanitaan. Dan terakhir ada juga yang mengatakan kalau terong-terongan merujuk kepada fenomena ABG laki-laki yang memiliki dandanan layaknya laki-laki metroseksual dan sangat gaul. Mereka biasanya mudah ditemukan di mal-mal atau restoran cepat saji.

Fenomena terong-terongan ini mulai merebak sejak awal November lalu. Kalau ditilik kebelakang, sebenarnya fenomena sebuatan semacam ini sudah lama ada dalam masyarakat kita. Hanya saja namanya yang selalu mengalami perubahan seiring berjalannnya waktu. Beberapa tahun kebelakang kita pernah mendengar istilah alay untuk anak muda yang memiliki penampilan dan bertingkah agak berlebihan. Selain itu sempat timbul juga istilah jablay untuk menyebut para perempuan muda yang pola tingkah lakunya dekat dengan tindakan seksual.

Sementara beberapa dekade kebelakang sebelum ada istilah alay dan jablay, masyarakat sempat menyebut gadis muda yang bersikap seperti itu dengan sebutan bispak, alias bisa pakai. Sampai terakhir timbul dua istilah dengan menggunakan nama dua sayuran yang sangat akrab di telinga kita yakni cabe dan terong sebagai nama atau istilah untuk remaja laki dan perempuan yang memiliki tingkah pola lebih kearah negatif.

Fenomena yang terjadi dikalangan generasi muda kita ini memang sangat menyedihkan. Fenomena ini juga dikatakan sudah menjadi sebuah komunitas baru yang secara tidak langsung dibangun oleh anak-anak remaja sekarang. Hal tersebut merupakan sebuah perkembangan negatif yang berakar dari kebutuhan para generasi muda ini. Biasanya mereka melakukan hal ini hanya untuk menunjukkan eksistensi semata atau juga ingin mendapatkan pengakuan di mata masyarakat.

Melihat fenomena cewek cabe-cabean dan juga terong-terongan ini jelas akan menjadi sebuah ancaman serius yang akan menghancurkan moral generasi muda bangsa ini. Dalam hal ini harus ada kerjasama baik dari beberapa lembaga terkait,seperti Komnas Perlindungan Anak dan KPAI, pihak sekolah, orang tua dan juga seluruh lapisan masyakarat untuk berperan aktif dalam meminimalisir fenomena yang ada dan memperbaikinya. Karena dengan adanya fenomena cabe-cabean dan terong-terongan ini secara tidak langsung membuat generasi muda Indonesia memiliki kesan sebagai generasi muda murahan dan memiliki pergaulan yang sangat bebas. Bagaimana menurut anda?

Berita Terkait

BAGIKAN