Siti Zuhro: Perlu Reformasi Sistem Pendidikan Nasional

Foto: Sayangi.com/Chapunk

Jakarta, Sayangi.com – Peneliti senior Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) R. Siti Zuhro memandang perlu mereformasi sistem pendidikan nasional guna mempersiapkan calon-calon pemimpin bangsa yang berkaliber internasional.

“Calon-calon pemimpin nasional memerlukan bekal yang cukup yang didapat dari sistem pendidikan nasional. Artinya, untuk mencetak pemimpin, sistem pendidikan Indonesia perlu direformasi secara serius agar materi yang diberikan berkualitas dan berguna nantinya,” kata Prof. R. Siti Zuhro, M.A., Ph.D. Selasa (31/12) pagi, seperti dikutip Antara.

Hal itu, kata Prof. Wiwieq (sapaan akrab R. Siti Zuhro), mengingat kepemimpinan nasional berfungsi dan berperan penting dalam kehidupan bernegara dan berbangsa.

Kepemimpinan nasional yang bagus, menurut alumnus Curtin University, Perth, Australia itu, akan berpengaruh positif terhadap meningkatnya kesejahteraan, ketentraman, dan stabilitas masyarakat.

Namun, bagi Prof. Wiwieq hal yang tidak kalah penting dalam membahas masalah kepemimpinan tersebut adalah peran “civil society” (masyarakat madani). Peran yang besar dari “civil society” dalam rekrutmen pemimpin telah dibuktikan pada era sebelumnya.

Indonesia mampu memunculkan pemimpin-pemimpin yang tidak hanya berkaliber lokal dan nasional, tetapi juga berkaliber internasional atau global.

“Soekarno, Hatta, Agus Salim, Sutan Syahrir, Muhammad Natsir dan lain-lain adalah produk model kepemimpinan pada zamannya,” kata dosen tetap pada Program Studi Magister Ilmu Komunikasi Program Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Jakarta dan Riau itu.

Pelajaran penting yang dapat dipetik dari krisis kepemimpinan di Indonesia, katanya, adalah rekrutmen pemimpin semestinya berjalan secara alamiah, yaitu melalui proses-proses atau tahapan penyaringan yang dilakukan secara objektif dan adil.

“Ini artinya bahwa untuk menghasilkan pemimpim yang berkualitas dan berkaliber itu tidak bisa melalui cara instan atau dikarbit,” kata alumnus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jember, Jawa Timur, itu .

Prof. Wiwieq berpendapat bahwa pemimpin bisa tumbuh dan berkembang dalam organisasi kemasyarakatan (ormas) dan partai politik. Hal ini mengingat peluang yang cukup yang diberikan kepada ormas dan partai politik akan membantu sistem rekrutmen pemimpin yang diharapkan rakyat.

Demikian pula, kata dia, peluang yang diberikan kepada kaum perempuan atau kelompok perempuan secara memadai akan berdampak positif terhadap pembangunan Indonesia.

“Hal ini tidak hanya karena perempuan menduduki jumlah yang sangat besar di Indonesia, tetapi juga karena sejauh ini perempuan cenderung kurang mendapatkan porsi yang memadai di hampir semua bidang. Padahal, mereka itu cukup kompetitif, baik dari segi kualitas maupun kompetensinya,” kata Prof. Wiwieq. (S2/Ant)